Total Pageviews

Monday, 20 June 2011

ISCHEMIC HEART DISEASE ( IHD )

DEFINISI
Penyakit Jantung Iskemik adalah keadaan berkurangnya pasokan darah pada otot jantung yang menyebabkan nyeri di bagian tengah dada dengan intensitas yang beragam dan dapat manjalar ke lengan serta rahang.
Lumen pembuluh darah jantung biasanya menyempit karena plak Ateromatosa .  Jika pengobatan dengan obat-obatan vasodilator tidak berhasil, operasi By-pass perlu dipertimbangkan.

ETIOLOGI
Penyebab terbanyak iskemik jantung adalah berkurangnya pemasukan darah pada otot jantung yang disebabkan kareana penyumbatan oleh thrombus pada arteri koronaria yang berpenyakit di daerah dekat aterosklerotik.

PATOFISIOLOGI
Iskemik jantung terjadi karena permintaan oksigen jantung melebihi kemampuan arteri koronaria karena aterosklerosis. Jika kebutuhan oksigen jantung tidak terpenuhi dari penyaringan maksimum, dan aliran darah koronaria akan meningkat melalui vasodilatasi dan peningkatan aliran darah rata-rata.
Aterosklerosis pembuluh darah koroner à Hipoksia à pergeseran metabolisme, terjadi akumulasi asam laktat dan pH intrasel serta menimbulkan nyeri yang khas.
TANDA DAN GEJALA
1. Tahap awal = tidak tampak gejala yang berarti
2. Tahap lanjut = Angina Pectoris ( rasa panas dan berat pada dada dan menyebar ke lengan kiri, leher dan pundak, serta napas berbunyi ).

GEJALA LAIN
Banyak keringat dingin, berdebar-debar , sesak napas, mual dan muntah, meningkatnya tekanan vena jugularis

FAKTOR RESIKO
1. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi
            a. Faktor genetik         = CAD, diabetes, hipertensi, aterosklerosis.
            b. Faktor usia             = Paling banyak terjadi pada usia 65 tahun ke atas.
            c. Faktor genre            = wanita lebih berpotensi karena dipandang dari faktor stress
dimana terjadi peningkatan tekanan darah dan penggunaan  
   obat KB.
            d. Faktor ras dan herediter

2. Faktor yang dapat dimodifikasi
            a. Peningkatan serum lemak
            b. Hipertensi
            c. Merokok
            d. Obesitas
            e. Peningkatan serum kolesterol
f. Stress dalam kehidupan sehari-hari
g. Kurang olahraga
h. Hiperurisemia
i. Penggunaan obat tertentu : progestins, kortikosteroid, dan cyclosporin.

FAKTOR PEMERCEPAT
Faktor yang dapat mempercepat iskemik jantung dan nyeri angina adalah :
·         Olahraga dengan penggunaan peningkatan HR (Heart Rate)
Meningkatnya HR mengurangi waktu jantung mengeluarkan diastole yang merupakan waktu aliran darah koronaria yang paling besar.
·         Emosi tinggi
Emosi yang tinggi menanggung sistem saraf simpatis dan meningkatkan kerja jantung
·         Mengkonsumsi makanan yang sulit untuk dicerna
Ini akan meningkatkan kerja jantung, selama proses pencernaan, darah dialirkan ke sistem GI, ini menyebabkan aliran darah di arteri coronaria menjadi rendah.
·         Suhu yang ekstrem, tidak panas ataupun dingin meningkatkan kerja dari jantung. Udara yang dingin menyebabkan peningkatan metabolisme untuk mempertahankan pengaturan suhu dalam tubuh.
·         Merokok menyebabkan vasokontriksi dan peningkatan Hb karena stimulasi nikotin dari katekolamin.
·         Kegiatan sexual, meningkatkan kerja dari jantung dan pengaturan simpatik pada seorang yang iskemik jantung. Kerja dari jantung menjadi ekstra yang dapat menyebabkan angina.
·         Obat perangsang seperti cocaine yang dapat menyebabkan peningkatan HR (Heart Rate ) dan permintaan oksigen di jantung meningkat.

DIAGNOSA
a. Riwayat kesehatan pasien
b. Electrocardiogram (EKG)
   Mengukur aktifitas elektrik jantung. Pada iskemia tipe gelombang ST-T berubah meliputi
   depresi, gelombang T terbalik dan segmen ST tinggi.
c. Echocardiograhy
    Mengukur denyut jantung membandingkan gerakan dinding vestibular ketika istirahat dan
    stress.
d. Exercise tolerance testing ( ETT)
e. Thallium stress test
    Dikonjungsikan dengan ETT unutk mendeteksi kerusakan-kerusakan reversibel dan
    irreversibel pada aliran darah
f. Tes Laboratorium
   Pemeriksaan darah unutk mengukur total lemak, lipoprotein, dan kolesterol.
g. Sinar X
h. Angiocardiografi radionuclida
i. Keteterisasi kardiak dan arteriografi koroner.
TUJUAN TERAPI
1. Mengurangi dan menghindari serangan
2. Mengurangi rasa sakit pasien
3. Mengihindari komplikasi
4. Memperpanjang usia hidup
5. Meningkatkan kualitas hidup pasien

PENATALAKSANAAN
1. Modifikasi faktor resiko
            - Berhanti merokok
            - Mengatur pola makan : rendah lemak dan kolesterol
            - Kurangi stress
            - Menjaga berat tubuh ideal
            - Pembedahan
            - Transplantasi

2. Pengobatan
    a. β-Bloker
        Mengurangi laju jantung, mengurangi kontraktilitas dan menurunkan tekanan darah
        sehingga menurunkan kebutuhan oksigen.



β-Adrenoreceptor bloker
efektif pada ngina kronik sebagai monoterapi dan dikombinasikan dengan notrat dan antagonis saluran Ca.
- Propanolol®
Komposisi : Propanolol
Indikasi : Hipertensi, angina pektoris, post miokard infark, kardiak aritmia
Kemasan : tablet 10 mg, tablet 40 mg

- Inderal®
Propanolol – HCl 10 mg à 40 mg / tablet
Indikasi : Hipertensi, angina pektoris, post miokard infark, kardiak aritmia
Kemasan : HNA + Dos 5 x 10 tablet 10 mg

  b. Nitrat
 Berefek dilatasi pembuluh darah, mengurangi kebutuhan oksigen miokardial. Untuk  
 mencegah terjadinya serangan akibat stress dan aktifitas berat atau untuk profilaksis
 jangka panjang.
- Merupakan pilihan pertama pada pasien angina fase terminal
- Biasanya dikombinasikan dengan β-Bloker atau antagonis saluran Ca.


Penggolongan nitrat
- Nitrat dengan masa kerja pendek
- Nitrat dengan masa kerja panjang
   Ex : Nitrogliserin, Isosorbide dinitrat

        Hapisor®
        Komposisi : Isosorbide dinitrat
        Indikasi : Infark miokard, angina pektoris, penyakit jantung iskemik lainnya.

Cedocard®
Komposisi : Isosorbide dinitrat 20 mg tiap tablet
Indikasi : Angina pektoris, gangguan angina setelah infark miokard, pencegahan penyakit angina pektoris pada penyakit koroner menahun.

    c. Antagonis Saluran Ca
Menyebabkan vasodilatasi arteriol dan arteri koroner, memperlambat laju jantung sehingga mencegah spasme arteri koroner.
Ex : verapamil, diltiazem, nifedipin
Dikombinasikan dengan β-Bloker untuk mencegah terjadinya takikardia.

Carditen®
Komposisi : Diltiazem HCl
Indikasi : Angina pektoris, Angina varian, hipertensi
Dosis : Dewasa à angina pektoris / varian 30 mg 3 x sehari

Cardiover®
Komposisi : Verapamil – HCl 80 mg / tab
Indikasi : Angina pektoris

d. Obat Anti Platelet
     Aspirin dosisi rendah (75-150 mg)
     Aspirin adalah penghalang paling potent terhadap produksi platelet tromboksan

TERAPI PENGOBATAN
1. Monoterapi
- Nitrat kerja panjang digunakan sebagai monoterapi jangka panjang karena cukup aman.
- β-Bloker digunakan sebagai monoterapi pada :
            a. Penderita IHD yang berhubungan dengan kerja fisik
            b. Penderita angina dengan hipertensi atau takikardia
- Antagonis kanal Ca

2. Terapi Kombinasi
- Nitrat kerja lama + antagonis kanal Ca
- β-Bloker + antagonis kanal Ca
- Nitrat kerja lama + β-Bloker + antagonis kanal Ca

KOMPLIKASI
1. Aritmia à sering timbul 24 jam pertama
            a. Aritmia ventrikuler à sering timbul pada iskemik jantung
            b. Aritmia supraventrikuler
                        - Sinus Takikardi à sering pada iskemik jantung dan berkaitan dengan gagal
                                                        jantung
                        - Atril flutter dan atrial fibrilation
c. Bradikardia à gangguan konduksi atrioventrikuler dalam bentuk AV block derajat I, II, dan III. AV block dan perlu pemacu jantung sementara.
2. Hipertensi
3. Gangguan hemodinamik : gagal jantung kiri
4. Komplikasi mekanik
            a. Perluasan iskemik
            b. Regurgitasi mitral
            c. Ruptur septum interventrikuler
5. Iskemia berulang dan infrak berulang
6. Komplikasi pericardial
            a. Perikarditis akut,  b. Oresster Syndrom

0 comments:

Post a Comment

comment nya jangan lupa yaaaaa...;-)