Total Pageviews

Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

Saturday, 10 September 2011

Review : Di Bawah Lindungan Ka’bah


Film ini di angkat dari sebuah novel karya Buya Hamka. Seperti diketahui, Buya Hamka adalah orang minang, Sumatra Barat. Ini lah yang melatarbelakangi novel ini. Cerita novel ini berlatarbelakang budaya minang yang kental dengan syariat Islam dan adat istiadat minang. Novel ini sukses di angkat ke layar lebar oleh Sutradara Hanny Saputra. Awalnya saya melihat film ini sedikit membosankan dan agak lebay mungkin, terutama pada adegan saat Hamid (Herjunot Ali) dan Zainab (Laudya Cynthia Bella) saling meraba dinding dan ketawa-ketiwi gak jelas. Tapi itu semua hanya awalnya saja. Menjelang pertengahan film, jalan cerita mulai bisa ditebak dan klimaks pun mulai nampak. Adegan dimana Hamid menolong Zainab yang tenggelam di sungai dan memberikan pertolongan dengan napas buatan tentu sangat mengejutkan untuk suatu cerita yang berseting 1920-an apalagi di daerah Sumatra Barat yang sangat menjunjung tinggi agama dan adat istiadat.


Klimaksnya, Hamid sang penolong harus menerima sanksi yaitu diusir dari kampungnya. Di sini ibu Hamid begitu terpukul melihat anak satu-satunya diberi hukuman yang begitu berat. Pada adegan ini, kualitas Jenny Rachman sebagai aktris berkualitas sangatlah hebat. Hal ini tak lepas dari arahan sang Sutradara yang berhasil menghasilkan chemistry yang baik antara Hamid dan ibunya (Jenny Rachman). Peran sebagai ibu Hamid yang mengindikasikan bahwa memang kasih ibu sepanjang zaman, tak kan pudar oleh apapun dan akan selalu mendukung sang anak sampai akhir hayatnya. Adegan antara Hamid dan Ibunyanlah yang benar-benar membuat saya terharu sampai sanya menangis terisak-isak.

Jika dibandingkan dengan adegan antara Hamid dan ibunya, adegan Hamid dengan Zainab malah kurang greget. Sebagai pasangan di film ini, mereka kurang memiliki chemistry yang berhasil membuat saya terperangah. Mungkin dalam hal ini adegan –adegan romantisnya kurang banyak dan kurang Gregeeeet. Padahal klo dilihat Hamid (Herjunot Ali) dan Zainab (Laudya Cintia Bella) diperankan oleh aktor dan aktris yang ganteng dan cantik.

Film ini berhasil manghasilkan konflik batin yang benar-benar membuat saya meneteskan air mata,  dimana agama, keyakinan, norma dan adat istiadat saling berseteru  mencari tempatnya masing-masing.

Jenis Film :
- Drama/religi

Pemain :
- Herjunot Ali, Laudya Cynthia Bella, Niken Anjani, Tara Budiman, Hj. Jenny Rachman, Widyawati, Didi Petet, Leroy Osmani

Produksi :
- Md Pictures

Sutradara :
- Hanny R Saputra

Produser :
- Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi


sumber utama : 21cineplep.com

sumber tambahan : sinopsis-box-office.blogspot.com

Tuesday, 8 March 2011

PERFUME, bikin Arrrrrgggghhhh


Parfume merupakan Film yang berangkat dari novel yang berjudul Parfume : The Story Of Murderer yang di negeri asalnya sudah menjadi novel best seller. Novel ini dikarang oleh Patrick Suskind. Film yang disutradarai oleh Tom Tykwer ini bersetting di Prancis pada abad ke 18.
Film Perfum menceritakan tentang seorang pria yaitu Jean-Baptiste Grenouille (diperankan oleh Ben Whishaw) yang memiliki keistimewaan uar biasa pada indra penciumannya. Bagaimana jadinya bila Anda mempunyai penciuman yang tajam, dapat mencium berbagai aroma, bahkan dari jarak berkilo-kilometer tanpa menggunakan alat pendeksi apapun? Tentu saja hal tersebut sepertinya mustahil terjadi. Tetapi, dalam film Perfum, Jean Baptiste Groinelle yang diperankan oleh Ben Whishaw, dapat melakukan hal itu.
lahir dari seorang wanita yang berprofesi sebagai penjual ikan busuk. Dia dilahirkan di daerah sangat kumuh dan paling busuk di dunia yaitu Paris. Bayangkan, wanita ini melahirkan Jean Baptiste Groinelle di bawah meja tempatnya berjualan seorang diri tanpa bantuan siapapun. Mungkin karena sudah berpengalaman dengan mudahnya wanita ini melahirkan dan langsung memotong tali pusar anaknya sendiri dengan pisau ikannya. Jean Baptiste Groinelle di biarkannya saja tergeletak di bawah meja tempat ia berjualan seperti bayi-bayi yang pernah dilahirkannya sebelumnya, dan dengan sendirinya bayi itu mati. Tapi berbeda dengan Jean Baptiste Groinelle, awalnya dia diam tak bersuara seperti telah mati, tapi kemudian dia bergerak dan manangis sekuat-kuatnya, dan ini menyebabkan ibunya dihukum gantung kerena telah membuang bayi.
Jean Baptiste Groinelle kemudian dirawat di sebuah panti asuhan. Semakin dia tumbuh, semakin dia menyadari keistimewaan indra penciumannya, sayangnya dia tidak pandai bicara dan sanagt tertutup sehinnga tidak memiliki banyak teman. Suatu hari dia dijual ke seorang pedagang panyamak kulit untuk bekerja di sana.

Suatu ketika Jean bersama majikannya mengantarkan pesanan kulit ke kota, ini berawal dari pertemuannya dengan seorang gadis penjual buah, Jean terobsesi dengan aroma tubuh gadis itu.  Secara tidak sengaja, Jean membunuh gadis itu kerena takut bersuara. Sayang, setelah membunuh gadis itu, dia luput menyimpan aroma tubuhnya. Padahal, aroma gadis itu adalah aroma yang sangat ia sukai.
Pada kesempatan lain, Jean kembali disuruh mengantarkan kulit ke kota. Di sini, Grenouille mengenal cairan wangi bernama parfum, racikan seorang ahli parfum terkenal di Paris bernama  Giuseppe Baldini (diperankan oleh Dustin Hoffman). Dia sangat menyukai wangi parfum itu dan berusaha keras untuk menemukan materi apa saja yang telah membuatnya begitu wangi. Dengan kepandainnya meracik parfum tanpa menakar setetespun cairan yang dicampurkan, Jean membuat Giuseppe Baldini dan  merekrutnya menjadi anak buahnya. Jean diajarkan bagaimana meracik bunga-bunga menjadi minyak wangi. Jean yang tidak mempunyai bau tubuh ini pun mulai melakukan eksperiman gila.

Ketika itulah Grenouille menemukan aroma yang paling wangi diantara semua campuran parfum biasa. Aroma gadis muda yang cantik. Saking terobsesinya dengan aroma wangi ini, Grenouille mulai membunuhi satu-persatu gadis cantik di kota itu. Dia membuat suatu ramuan dari lemak hewan, yang bisa menyimpan aroma tubuh gadis itu. Hanya saja, caranya memang aneh. Dia harus mengoleskan lemak itu ke sekujur tubuh si gadis, lalu mengeruk kembali lemaknya dari kulitnya dengan menggunakan sebuah pisau. Tapi tentu saja, semua gadis yang dimintanya menjadi sukarelawan akan ketakutan dan menolak. Akhirnya dia membunuhnya. Maka pembunuhan demi pembunuhan pun terjadi di film Parfum ini. Seperti yang diajarkan Baldini kepadanya, ada 12 jenis minyak essence yang telah di temukan, tapi belum ada yang menemukan minyak yang ke-13.
Sebenarnya ia mengincar seorang gadis berambut merah yang sangat cantik bernama Laura (diperankan oleh Rachel Hurd-Wood). Hanya saja Laura berbeda dengan korban-korbannya sebelumnya karena ia putri seorang bangsawan kaya. Sementara korban-korbannya yang lain adalah gadis miskin atau bahkan pelacur, sehingga lebih mudah didapatkan. Lemak dari tubuh gadis-gadis korbannya itu kemudian disulingnya, sehingga berubah menjadi ekstrak parfum sebanyak satu sendok makan. Masing-masing dimasukkannya ke dalam botol kecil yang terpisah. Ketika akhirnya botol ke-12 terisi, maka tinggal Laura-lah yang harus di dapatkan. Aroma tubuhnya yang akan mengisi botol ke-13.
Dari sinilah konflik terus berkembang. Ayah Laura, Richis (diperankan oleh Alan Rickman) begitu protektif menjaga putrinya dan melarangnya berada di luar rumah terlalu lama. Tapi Laura adalah gadis remaja yang periang, dia tidak suka terlalu dikungkung oleh ayahnya. Karena itu, ayahnya memutuskan untuk membawa Laura ke luar kota dan menitipkannya di sebuah biara, sampai pembunuh itu ditangkap.

Mereka berangkat dini hari dengan naik kuda. Richis merancang agar rombongan mereka dibagi dua. Satu rombongan yang membawa perlengkapan mereka berjalan lewat jalur selatan, sementara mereka berdua melewati utara. Tapi penciuman Grenouille yang sangat luar biasa, tidak bisa ditipu. Ia tetap bisa menemukan keberadaan Laura, hanya dengan menghirup napas dalam-dalam, berusaha menghirup aroma gadis cantik itu. Dan dia pun berhasil menemukannya. Dan membunuh Laura ketika sedang tidur di kamarnya. Ia lalu menyuling lemak tubuh Laura dan mencampurnya dengan ke-12 botol kecil yang sudah dimilikinya. Terkumpulah satu botol kecil berisi beberapa mili liter inti parfum dari ke-13 gadis muda dan cantik yang sudah dibunuhnya.
Pada saat itulah Richis berhasil menangkapnya dan melaporkannya ke pihak yang berwajib. Mereka merencanakan hukuman yang sangat kejam untuk Grenouille. Hukuman ini sangat terkenal di Paris pada masa itu. Dimana penjahat akan diikat di sebuah kayu. Lalu seorang algojo akan memukul dua belas sendi pada tubuhnya hingga patah. Ini adalah proses kematian yang sangat menyakitkan dan lama. Sehingga penjahat itu akan merasakan sakit yang amat luar biasa terlebih dahulu, baru kemudian mati.

Ketika dijemput dari penjara, Grenouille mengeluarkan botol parfumnya dan mengeluarkan beberapa tetes ke tangannya. Tanpa diduga, setelah mencium aroma parfum itu, kepala penjara berubah sikap dan tunduk menyembahnya. Ia bahkan memberikan bajunya yang mewah untuk dipakai oleh Grenouille. Juga memberikan kereta kudanya untuk dipakai Grenoullie ke lapangan tempat dia akan dieksekusi.



Ribuan massa yang sudah menunggu dengan marah di lapangan terheran-heran melihat penjahat yang akan dieksekusi itu datang dengan mobil mewah milik pejabat dan mengenakan baju mahal yang kebesaran. Karena kepala penjara itu gendut, sementara Grenouille sangat kurus. Ketika ia sudah berada di atas panggung tempat eksekusinya, dia mengeluarkan sapu tangan sutera dari kantongnya dan memercikkan sedikit parfum miliknya ke ujung saputangan.
Sang eksekutor yang terlihat besar dan bengis langsung berlutut menyembahnya dan berseru kepada orang banyak kalau Grenouille tidak bersalah. Orang-orang sampai heran. Grenouille semakin bersemangat. Ia lalu melambai-lambaikan saputangan itu ke arah orang banyak, khususnya ke arah Kardinal yang berada agak jauh darinya. Seketika, semua orang yang seperti melayang dan lupa diri. Bahkan Kardinal jatuh berlutut dan menyebut kalau Granouille bukanlah manusia.
”He is an angel. He is an angel.” Katanya.
Dan dalam sekejab, kerumunan orang ramai itu berlutut menyembahnya lalu saling bercumbu satu sam lain seolah-olah sedang berada di surgai.

Di akhir cerita ditunjukkan kalau Grenouille berjalan sendirian menuju ke tempat kumuh tempat ia dilahirkan. Dalam perjalanan ia berpikir kalau parfum yang dimilikinya ini tak ada artinya sama sekali. Parfum itu memang bisa membuat dia memperbudak seisi dunia. Dia bisa mengirim surat yang ditetesi parfum itu kepada Paus dan mengatakan kalau ia adalah Mesias yang baru. Tapi Grenouille tidak melakukannya.

Sehebat apapun parfum itu, tidak akan bisa membuat orang lain mencintainya dengan tulus. Mereka hanya mencintainya karena parfum itu. Dan gadis yang dicintainya, si penjual bunga di jalan kumuh yang pertama dibunuhnya, tidak akan hidup kembali. Meskipun dia memiliki satu tong besar parfum ajaib itu, tetap saja dia akan sendirian di dunia ini. Kesepian. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke daerah yang membesarkannya dulu. Di jalanan kumuh kota Paris.

Sesampainya disana, dia melihat segerombolan pengemis dan gelandangan yang sedang berkumpul mengelilingi api unggun kecil. Grenouille lalu menuangkan seluruh isi botol iti ke tubuhnya. Semua gelandangan itu menoleh ke arahnya dan terpesona. Dengan menjerit-jerit mereka lari mendekatinya dan mengerubunginya. Rasa cinta yang mereka rasakan begitu besarnya sehingga mereka semua memakan Grenouille hidup-hidup, tanpa tersisa. Tulang belulangnya pun habis. Begitulah akhir si peracik parfum yang ahli. Tewas karena dimakan oleh gelandangan. Ternyata, kekuasaan terbesar sekalipun tidak bisa membuat seseorang bahagia.

Saturday, 19 February 2011

Review : We Are Family

Halooo semua penggemar Bolywood... ini dia film terbaru Karan Johar setelah My Neme is Khan...yang berjudul We Are Family.

We Are Family merupakan salah satu film yang mendasarkan jalan ceritanya pada sebuah film yang telah dirilis sebelumnya, yakni Stepmom yang merupakan film arahan Christopher Colombus yang dirilis pada tahun 1998. Karan Johar kali ini bertindak sebagai produser sekaligus penulis naskah untuk film ini. Film ini disutradarai oleh Siddharth Malhotra dan diperankan oleh Kajol, Arjun Rampal, dan Kareena Kapoor.

Begini ceritanya.....
We Are Family mengisahkan mengenai Aman (Arjun Rampal) yang telah bercerai dari sang istri, Maya (Kajol). Demi menjaga kestabilitasan pertumbuhan jiwa ketiga anak mereka, Aman dan Maya sepakat untuk tetap menjalin hubungan dan bergantian dalam anak-anak mereka. Semua berjalan lancar, hingga akhirnya Aman jatuh cinta pada seorang gadis bernama Shreya (Kareena Kapoor). Shreya merupakan seorang perancang muda dan ia akan segera diperkenalkan Aman kepada ketiga buah hatinya.Aman berharap mereka bisa menerima Shreya.

Tapi rencana tinggal rencana, ketiganya tidak menyukai Shreya. Mereka menjuluki kekasih ayahnya itu dengan sebutan Nenek Sihir. Seperti layaknya anak-anak lainnya, ketiga anak Aman, Anjali (Diya Sonecha), Ankush (Nominath Ginsburg) dan terutama anak tertua, Aleya (Aanchal Munjal), tentu saja menolak kedatangan Shreya yang mereka tuduh akan mencuri perhatian sang ayah dari mereka. Hal yang sama juga dilakukan Maya, yang beranggapan bahwa Shreya belum cukup pantas untuk dapat memberikan kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya.

Suatu ketika, Aman yang tiba-tiba harus ke luar kota meminta Shreya menjaga ketiga anaknya. Mau tak mau mereka akhirnya mulai mengenal Shreya. Perancang busana muda itu juga kewalahan dengan sikap mereka, namun ia menemukan cara sendiri untuk menaklukkan Aleya, Ankush dan Anjali. Sayangnya bencana terjadi, Anjali terlepas dari penglihatannya dan hilang.

Kejadian tersebut membuat Maya menjadi naik pitam. Maya bersumpah untuk tidak membiarkan ketiga anaknya berada di tangan Shreya lagi. Tapi sayangnya musibah lain pun terjadi, Maya dinyatakan mengidap kanker rahim dan usianya tidak lagi panjang. Ia harus bicara jujur pada Aman untuk bisa berbagi pengasuhan anak.

Aman yang melihat derita mantan istrinya itu pun tidak tahan. Ia memilih meninggalkan Shreya tanpa mengutarakan alasan dan kembali tinggal bersama Maya juga anak-anaknya.Aman seketika memutuskan hubungannya dengan Shreya dan kembali tinggal bersama Maya dan ketiga anaknya demi memberikan perhatian yang cukup bagi Maya.

Sadar bahwa dirinya tidak akan hidup dalam waktu yang lama lagi, Maya akhirnya mengajak Shreya masuk dalam kehidupan keluarganya dan mulai memperkenalkannya sebagai seorang ibu yang akan menggantikan posisinya kepada anak-anaknya. Tentu saja hal ini tidak mudah. Bagaimana Maya bisa meyakinkan anak-anaknya bahwa Shreya bisa jadi bagian dari keluarga mereka? Dan yang terpenting, apakah Maya bisa merelakan Aman juga anak-anaknya pada Shreya?
Selain dari sisi anak-anaknya, Maya sendiri harus rela melihat bahwa suami yang dulu pernah ia cintai kini mulai berpaling pada wanita lain dan berkemungkinan tidak akan lagi mengingat keberadaan dirinya setelah ia meninggal kelak.

Membuat sebuah kisah cinta segitiga yang hadir di tengah-tengah sebuah keluarga besar tentu saja bukan hal yang gampang, khususnya ketika menyangkut pembagian porsi cerita agar terlihat adil antara karakter wanita yang pertama dengan karakter wanita yang kedua. Berbeda dengan Stepmom, yang dapat melakukan hal tersebut dengan baik, We Are Family terasa lebih menitikberatkan jalan cerita dari karakter Maya daripada dari sisi Shreya. Namun, hal ini justru tidak membuat We Are Family lantas menjadi sebuah film yang berat sebelah atau memiliki ketimpangan emosi dalam ceritanya. Justru dengan lebih memfokuskan sisi cerita dari karakter seorang Maya, We Are Family lebih berhasil dalam menanamkan berbagai unsur sentimentil yang dapat mengharubirukan para penontonnya jika dibandingkan dengan Stepmom.

Hal ini tentu saja tidak akan berarti jika karakter Maya tidak diperankan oleh sesosok yang mampu memberikan kekuatan akting yang menyentuh melalui raut wajahnya. Dan Kajol adalah sebuah pemilihan yang sangat tepat untuk memerankan Maya. Sebagai seorang aktris yang dianggap sebagai salah satu aktris paling berbakat yang pernah dimiliki oleh industri film India, Kajol sepertinya tidak menemui kesulitan dalam memerankan Maya. Ia berhasil melalui setiap tahapan perubahan emosional Maya dengan sangat baik. 

Adegan terbaik film ini terjadi ketika Maya melihat Shreya perlahan-lahan mampu mendapatkan tempat di hati ketiga anaknya. Kajol dengan sangat berhasil menunjukkan campuran ekspresi yang sangat tepat antara rasa cemburu karena anak-anaknya tidak membutuhkan dirinya lagi dan telah berpaling kepada orang lain dengan rasa lega bahwa ketiga anaknya kini tidak akan kekurangan rasa kasih seorang ibu selepas kepergiannya. Menjadi sebuah titik emosional yang sangat menyentuh dan tidak akan mudah terlupakan!

Kareena Kapoor tentu saja harus memberikan penampilan yang tidak kalah luar biasanya jika tidak ingin karakternya tenggelam ketika berhadapan dengan karakter yang diperankan oleh Kajol. Untungnya, Kapoor berhasil melakukan hal itu, dengan sangat baik! Lewat perannya, penonton dapat melihat pendewasaan diri karakter Shreya sekaligus bagaimana ia dapat mengambil hati ketiga anak yang semula tidak menyukainya. Arjun Rampal, sayangnya, harus berada pada posisi seorang karakter yang mendapatkan perhatian minim dari jalan cerita. Walau begitu, karakter Aman tetap mendapatkan perhatian khusus dikarenakan akting Rampal yang tidak mengecewakan.

Wowww....wooowww... buat saya sihh ne film wajibbb di tontonn,,, bisa nangisss bercucur-cucur deccchh..

Tuesday, 1 February 2011

Harry Potter 7

Haiii everybody...
bagi semua pencinta Harry Potter  pasti gak sabar deh nunggin The Deathly Hallows part-2... sammma donk. Aku jg gk sabaran. HarPot emang dah lama menarik perhatian semua masyarakat dunia entah itu tua, muda, besar kecil, laki-laki, maupun perempuan....walaupun kabanyakan digandrungi oleh para remaja dan anak-anak.

Tentu bagi para pecinta HarPot udah pada nonton The Deathly Hallow part-1 yang dirilis November 2010 kamaren...Gak gaul nih klo ngaku Fans HarPot tp yg part 1 nya blom ditonton...
The Deathly Hallow part 2 emang bikin penasaran... Film yg kabarnya bakal di release Juli 2011 ini dikabarkan akan di buat dalam bentuk 3D dan 2D. Wow,,, pasti seru ne.
Pasti jd pertanyaan kita... Kenapa yan part 1 nya gk dibuat juga dalam bentuk 3D..???
Hal ini dikarenakan hasilnya kurang maksimal, sehingga hanya di buat dalam bentuk 2D nya aj...

The Deathly Hallow merupakan buku ke 7 dari serial Harry Potter dimana merupakan buku terakhir dari serial ini. Seperti kita ketahui produksi film The Deathly Hallow dibuat dalam dua bagian dimana para pemainnya masih merupakan aktor2 dan aktris2 terdahulu seperti Daniel Radcliffe, Emma Watson dan Rupert Grint dan disutradarai oleh David Yates yang juga merupakan sutradara dua film sebelumnya yaitu
Harry Potter and the Order of Phoenix dan Harry Potter and the Half Blood Prince.

Pada The Deathly Hallow part 1 menceritakan tentang usaha dari Harry beserta teman2 dan tentunya pasukan Orde Phoenix  dalam mencari Horcrux dan menghancurkannya. Horcrux adalah suatu benda yang di gunakan oleh Voldemort untuk menyimpan sebagian jiwanya. Pada part 1 ini Harry dan dua temannya harus mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin yang ada pada Dolores Umbridge dan menghancurkannya dengan Pedang Gryfindor yang diwariskan oleh Dumbledore kepada Harry.

Yang menarik dari part 1 ini adalah tentang kecemburuan Ron kepada Harry yang lebih dekat dengan Hermione dan seperti kita ketahui bahwa Hermione memang lebih dekat dengan Harry terutama dalam urusan Voldemort. Hal ini membuat Ron sangat geram karena selama perjalanan mencari Horcrux, Hermione dan Harry selalu berdiskusi berdua tanpa melibatkan Ron. Hal inilah yang membuat Ron dan Harry bertengkar hebat. Melihat hal itu, Hermione menjadi bingung karena Ron membuat 2 pilihan pada Hermione, ikut dengan Ron atau tetap tinggal bersama Harry. Hermione hanya bisa diam dan ini membuat Ron mengambil keputusan untuk meninggalkan kedua temannya itu. Hal ini membuat hubungan yang tidak nyaman antara mereka bertiga.

Ketika Harry dan Hermione sedang berkemah di Hutan Dean, Harry melihat sebuah Patronus berbentuk Rusa betina yang ternyata membawa Harry ke pedang Gryfindor yg ternyata berada di dalam sebuah kolam es. Ketika masuk kolam es untuk mengambil pedang tersebut, leher Harry terckek oleh Liontin yang di kalunginya. Untungnya Ron kembali dan berhasil menolong Harry. Harry meminta Ron untuk menghancurkan liontin tersebut. Ketika Harry membaca mantra untuk membuka liontin tersebut, keluar asap hitam dengan suara voldemort yang mempengaruhi Ron dengan menampilkan kilasan Harry dan Hermione yang seolah2 berbicara pada Ron bahwa dia paling tidak di butuhkan diantara mereka dan Ron tidak ada apa2nya bagi mereka. Kemudian ditampakkan pula Harry dan Hermione sedang bercumbu dengan tujuan memanas-manasi Ron. Melihat hal itu Harry berteriak pada Ron agar jangan terpengaruh. Ron akhirnya muak dan segera menghancurkan liontin tersebut. Kemudian mereka berdua kembali ke tenda untuk bertemu dengan Hermione dan meminta maaf kepadanya.

Cerita di atas baru sebagian aj.. Klo mau yang lebih lengkapnya liat di Http://id.wikipedia.org/wiki/Harry_Potter_dan_Relikui_Kematian

Contact Form

Name

Email *

Message *