Total Pageviews

Friday, 26 September 2014

PENATALAKSANAAN STROKE

Sasaran tarapi :
1. Terapi yang diberikan tergantung dari jenis strokenya --> Hemoragik atau Iskemik
2. Sasaran : aliran pembuluh darah otak
3. Berdasarkan waktu terapinya :
            - Terapi pada fase akut
            - Terapi pencegahan sekunder atau rehabilitasi

Obat yang digunakan pada terapi serangan akut

  •  Terapi Trombolitik : tissue Plasminogen Activator (t-PA), Alteplase
Ex : 
1. Pentoxifilin, 
    MK :   Sebagai anti agregasi, dapat menghancurkan trombus, Meningkatkan deformalitas                                        eritrosit, Memperbaiki sirkulasi intraserebral
2. t-Pa dan Alteplase, MK : megaktifkan plasmin à melisiskan tromboemboli. Penggunaan t-PA terbukti         efektif jika digunakan dalam 3 jam setelah serangan akut.

Catatan : terapi harus digunakan hati-hati karena dapat menimbulkan resiko pendarahan.

  • Terapi Antiplatelet : Aspirin, Clopidogrel, Dipiridamol – Aspirin, Tiklopidin masih merupakan main stay dalam terapi stroke.
        Urutan pilihan : Aspirin atau Dipiridamol – Aspirin --> jika alergi atau gagal : Clopidogrel,  jika gagal :                                   Tiklopidin

  •  Terapi Antikoagulan, hal masih kontroversial karena resiko pendarahan intrakranial 
      Agen : Heparin, unfractionated heparin, low-molecular – weight heparins (LMWH), Heparinoids,                             warfarin

·         Terapi Pemeliharaan (Pencegahan Stroke)
             - Terapi Antiplatelet
1.  Aspirin, dapat menghambat sintesis tromboksan ( senyawa yang berperan dalam proses pembekuan darah )
2.      Dipiridamol atau kombinasi Dipiridamol – Aspirin
3.      Tiklopidin dan Clopidogrel --> jika terapi aspirin gagal
4.      Cilostazol
- Terapi Antikoagulan
   Masih dalam penelitian, efektif untuk pencegahan emboli jantung pada pasien
   stroke
- Terapi Hormon Estrogen
  Pada wanita post-menopause terapi ini terbukti mengurangi insiden terjadinya  
   stroke
- Antihipertensi
1. Hipertensi merupakan faktor resiko
2. Penggunaan antihipertensi harus memperhatikan aliran darah otak dan  
     aliran darah perifer à menjaga fungsi serebral

- Obat pilihan
                        1. Gol. A II RA (Angiotensin II Reseptor Antagonis), ex : Candesertan
                        2. Gol. ACE Inhibitor

- Terapi memulihkan metabolisme otak
   Tujuan : 1. Meningkatkan kemampuan kognitif
                        2. meningkatkan kewaspadaan dan mood
                        3. meningkatkan fungsi memori
                        4. menghilangkan kelesuan
                        5. menghilangkan dizzines
Ex : Citicholin, Codergocrin mesilate, Piracetam

- Terapi Rehabilitasi
   Ex : Fisioterapi, terapi wicara dan bahasa, dll

EVALUASI OUTCOME TERAPI
·         Pasien dengan terapi antikoagulan dipantau terhadap parameter koagulasi/pendarahan
·         Pesien yang mendapat Aspirin dipantau kemungkinan gangguan/pendarahan GIT
·         Pasien yang dapat Tiklofidin dipantau efek samping dan interaksi obatnya : periksa darah rutin untuk deteksi adanya Neutropenia.

Contact Form

Name

Email *

Message *