Total Pageviews

Tuesday, 9 September 2014

Makanan yang sebaiknya dihindari saat terserang diare

Ketika mengalami diare, berarti kita mengalami gangguan pada saluran cerna dalam mencerna makanan. Maka sudah pasti dalam kodisi tersebut kita harus memilah-milah makanan yang dapat kita konsumsi dan makanan yang harus kita hindari agar tidak memperparah gejala diare yang ditimbulkan seperti serangan mencret menjadi lebih sering, adanya rasa mual dan muntah yang berpotensi menyebabkan kekurangan cairan

Ada makanan yang baik di konsumsi ketika mengalami diarea dimana dapat mengurangi serangan dan mencegah keadaan agar tidak semakin memburuk, namun adapula makanan yang bisa memperburuk gejala diare. Pada saat menderita diare, ada beberapa makanan yang memang cenderung “ditolak” oleh usus dan akibatnya masa transitnya dalam usus cukup singkat. Makanan ini memperberat serangan diare. Makanan ini di antaranya:


1. Makanan berlemak. 
Makanan bisa berlemak karena digoreng, dilumuri mentega/ krim, atau karena memang mengandung lemak seperti jeroan dan kulit ayam. Makanan tinggi lemak dapat mempercepat kontraksi usus dan menyebabkan reaksi pada sistem yang sudah sensitif. Makanya, hindari makanan berminyak, digoreng, atau bersantan.

2. Produk susu
Diare menyebabkan penurunan jumlah enzim laktase  yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa, zat gula yang terdapat dalam produk susu. Jika laktosa tak dicerna, akibatnya akan timbul gas di perut, kembung, mual, dan diare. Untuk sementara, jauhi susu sapi, es krim dan keju dan makanan lain yang mengandung produk susu.

Dalam hal ini ASI untuk bayi tetap harus diberikan. Bagi bayi yang meminum susu formula, susu dibuat lebih encer atau diganti sesuai anjuran dokter. Produk susu yang justru dianjurkan adalah yoghurt.

3. Alkohol dan kopi.
Pada saat diare, semua makanan yang menyebabkan sering buang air kecil perlu dihindari. Hal ini dapat menyebabkan cairan di dalam tubuh semakin berkurang. Kopi dan alkohol termasuk di dalamnya.

4. Pemanis buatan
Makanan yang banyak mengandung gula sintetis atau pemanis buatan seperti permen, minuman bersoda dan beberapa makanan lain dapat memicu diare sehingga dianjurkan dihindari. Fungsi normal usus dapat terganggu hanya dengan mengkonsumsi 50 gram makanan yang mengandung gula buatan.


5. Makanan yang memproduksi gas
Dalam kondisi normal, Anda memang disarankan untuk menyantap makanan yang kaya serat. sebaliknya, pada saat terkena diare dan gangguan pencernaan, biji-bijian, buah, dan sayur yang dikenal kaya serat harus dihindari karena menyebabkan kembung. Hal tersebut akan memperburuk masalah pada sistem pencernaan. Setelah diare reda, tingkatkon konsumsi makanan berserat Anda secara bertahap. Meski demikian, ada jenis makanan berserat yang disarankan untuk dikonsumsi saat diare yaitu Oat. Serealia tersebut dipercaya efektif mencegah diare. Konsumsi sayur dan buah yang berikut ini sebaiknya dihindari yaitu kol, brokoli, kembang kol, dan kacang-kacangan.

Kacang, kol, brokoli, dan beragam kubis memiliki kandungan gula yang sulit dicerna sehingga memicu gas yang berlebihan dalam usus dan dapat menyebabkan kembung dan kram. Selain itu, kubis juga mengandung banyak serat sehingga dapat memperburuk diare. Bakteri dalam usus menghasilkan gas dalam jumlah besar karena pada saat diare tubuh kehilangan enzim pencerna gula pada kacang-kacangan.


6. Makanan pedas dan berbumbu
Pada saat terserang diare, pastikan juga Anda menghindari makanan pedas. Cabai mengandung capsaicin yang dapat memicu rasa panas dalam perut. Hal tersebut bisa menimbulkan rasa mulas pada orang yang tengah mengalami gangguan pencernaan. Makanan berbumbu dapat memicu kontraksi usus yang berlebihan, karena kondisi usus yang belum stabil mamaksa usus bekerja lebih keras.

7. Makanan tercemar
Kapan pun, hindarilah makanan yang diduga tercemar kotoran. Termasuk makanan yang cara penananganannya ceroboh seperti disimpan di ruang terbuka, atau sudah cukup lama dikeluarkan dari kulkas. Cuci tangan setelah buang air dan sebelum makan adalah hal sederhana tetapi sangat bermanfaat. Jika anda sudah meragukan makanan, sebaiknya dihindari dari pada menjadi penyakit.

Contact Form

Name

Email *

Message *