Total Pageviews

Saturday, 19 February 2011

Review : We Are Family

Halooo semua penggemar Bolywood... ini dia film terbaru Karan Johar setelah My Neme is Khan...yang berjudul We Are Family.

We Are Family merupakan salah satu film yang mendasarkan jalan ceritanya pada sebuah film yang telah dirilis sebelumnya, yakni Stepmom yang merupakan film arahan Christopher Colombus yang dirilis pada tahun 1998. Karan Johar kali ini bertindak sebagai produser sekaligus penulis naskah untuk film ini. Film ini disutradarai oleh Siddharth Malhotra dan diperankan oleh Kajol, Arjun Rampal, dan Kareena Kapoor.

Begini ceritanya.....
We Are Family mengisahkan mengenai Aman (Arjun Rampal) yang telah bercerai dari sang istri, Maya (Kajol). Demi menjaga kestabilitasan pertumbuhan jiwa ketiga anak mereka, Aman dan Maya sepakat untuk tetap menjalin hubungan dan bergantian dalam anak-anak mereka. Semua berjalan lancar, hingga akhirnya Aman jatuh cinta pada seorang gadis bernama Shreya (Kareena Kapoor). Shreya merupakan seorang perancang muda dan ia akan segera diperkenalkan Aman kepada ketiga buah hatinya.Aman berharap mereka bisa menerima Shreya.

Tapi rencana tinggal rencana, ketiganya tidak menyukai Shreya. Mereka menjuluki kekasih ayahnya itu dengan sebutan Nenek Sihir. Seperti layaknya anak-anak lainnya, ketiga anak Aman, Anjali (Diya Sonecha), Ankush (Nominath Ginsburg) dan terutama anak tertua, Aleya (Aanchal Munjal), tentu saja menolak kedatangan Shreya yang mereka tuduh akan mencuri perhatian sang ayah dari mereka. Hal yang sama juga dilakukan Maya, yang beranggapan bahwa Shreya belum cukup pantas untuk dapat memberikan kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya.

Suatu ketika, Aman yang tiba-tiba harus ke luar kota meminta Shreya menjaga ketiga anaknya. Mau tak mau mereka akhirnya mulai mengenal Shreya. Perancang busana muda itu juga kewalahan dengan sikap mereka, namun ia menemukan cara sendiri untuk menaklukkan Aleya, Ankush dan Anjali. Sayangnya bencana terjadi, Anjali terlepas dari penglihatannya dan hilang.

Kejadian tersebut membuat Maya menjadi naik pitam. Maya bersumpah untuk tidak membiarkan ketiga anaknya berada di tangan Shreya lagi. Tapi sayangnya musibah lain pun terjadi, Maya dinyatakan mengidap kanker rahim dan usianya tidak lagi panjang. Ia harus bicara jujur pada Aman untuk bisa berbagi pengasuhan anak.

Aman yang melihat derita mantan istrinya itu pun tidak tahan. Ia memilih meninggalkan Shreya tanpa mengutarakan alasan dan kembali tinggal bersama Maya juga anak-anaknya.Aman seketika memutuskan hubungannya dengan Shreya dan kembali tinggal bersama Maya dan ketiga anaknya demi memberikan perhatian yang cukup bagi Maya.

Sadar bahwa dirinya tidak akan hidup dalam waktu yang lama lagi, Maya akhirnya mengajak Shreya masuk dalam kehidupan keluarganya dan mulai memperkenalkannya sebagai seorang ibu yang akan menggantikan posisinya kepada anak-anaknya. Tentu saja hal ini tidak mudah. Bagaimana Maya bisa meyakinkan anak-anaknya bahwa Shreya bisa jadi bagian dari keluarga mereka? Dan yang terpenting, apakah Maya bisa merelakan Aman juga anak-anaknya pada Shreya?
Selain dari sisi anak-anaknya, Maya sendiri harus rela melihat bahwa suami yang dulu pernah ia cintai kini mulai berpaling pada wanita lain dan berkemungkinan tidak akan lagi mengingat keberadaan dirinya setelah ia meninggal kelak.

Membuat sebuah kisah cinta segitiga yang hadir di tengah-tengah sebuah keluarga besar tentu saja bukan hal yang gampang, khususnya ketika menyangkut pembagian porsi cerita agar terlihat adil antara karakter wanita yang pertama dengan karakter wanita yang kedua. Berbeda dengan Stepmom, yang dapat melakukan hal tersebut dengan baik, We Are Family terasa lebih menitikberatkan jalan cerita dari karakter Maya daripada dari sisi Shreya. Namun, hal ini justru tidak membuat We Are Family lantas menjadi sebuah film yang berat sebelah atau memiliki ketimpangan emosi dalam ceritanya. Justru dengan lebih memfokuskan sisi cerita dari karakter seorang Maya, We Are Family lebih berhasil dalam menanamkan berbagai unsur sentimentil yang dapat mengharubirukan para penontonnya jika dibandingkan dengan Stepmom.

Hal ini tentu saja tidak akan berarti jika karakter Maya tidak diperankan oleh sesosok yang mampu memberikan kekuatan akting yang menyentuh melalui raut wajahnya. Dan Kajol adalah sebuah pemilihan yang sangat tepat untuk memerankan Maya. Sebagai seorang aktris yang dianggap sebagai salah satu aktris paling berbakat yang pernah dimiliki oleh industri film India, Kajol sepertinya tidak menemui kesulitan dalam memerankan Maya. Ia berhasil melalui setiap tahapan perubahan emosional Maya dengan sangat baik. 

Adegan terbaik film ini terjadi ketika Maya melihat Shreya perlahan-lahan mampu mendapatkan tempat di hati ketiga anaknya. Kajol dengan sangat berhasil menunjukkan campuran ekspresi yang sangat tepat antara rasa cemburu karena anak-anaknya tidak membutuhkan dirinya lagi dan telah berpaling kepada orang lain dengan rasa lega bahwa ketiga anaknya kini tidak akan kekurangan rasa kasih seorang ibu selepas kepergiannya. Menjadi sebuah titik emosional yang sangat menyentuh dan tidak akan mudah terlupakan!

Kareena Kapoor tentu saja harus memberikan penampilan yang tidak kalah luar biasanya jika tidak ingin karakternya tenggelam ketika berhadapan dengan karakter yang diperankan oleh Kajol. Untungnya, Kapoor berhasil melakukan hal itu, dengan sangat baik! Lewat perannya, penonton dapat melihat pendewasaan diri karakter Shreya sekaligus bagaimana ia dapat mengambil hati ketiga anak yang semula tidak menyukainya. Arjun Rampal, sayangnya, harus berada pada posisi seorang karakter yang mendapatkan perhatian minim dari jalan cerita. Walau begitu, karakter Aman tetap mendapatkan perhatian khusus dikarenakan akting Rampal yang tidak mengecewakan.

Wowww....wooowww... buat saya sihh ne film wajibbb di tontonn,,, bisa nangisss bercucur-cucur deccchh..

Contact Form

Name

Email *

Message *