Total Pageviews

Wednesday, 2 February 2011

Revolusi Mesir


Mesir sekarang benar-benar bergejolak.  Kondisi ini mengingatkan kita pada 13 tahun lalu tepatnya pada bulan Mei 1998. Ketika itu sebagian besar rakyat Indonesia terutama di Jakarta mengadakan demonstrasi besar-besaran dengan tujuan agar presiden Soeharto turun dari jabatannya. Sama seperti Mesir sekarang, sebagian besar rakyat Mesir menginginkan agar presiden Mesir yaitu Hosni Mubarak segera turun dari jabatannya. Masalahnya hampir sama dengan kondisi Indonesia waktu itu. Rakyat Mesir muak dengan pemerintahan yang dijalankan oleh presiden Hosni Mubarak yang dari tahun ke tahun tidak ada perubahan terutama bagi rakyat miskin di Mesir sedangkan bagi keluarga Mubarak dengan leluasanya menumpuk kekayaan di atas penderitaan rakyat Mesir.

Hosni Mubarak merupakan presiden Mesir yang telah memerintah Mesir selama hampir 31 tahun. Dia pertama kali menjabat sebagai presiden Mesir pada tahun 1981 dimana sebelumnya Mubarak merupakan wakil dari presiden sebelumnya yaitu Anwar Sadam yang mati ditembak pada waktu itu. Kemudian Mubarak menggantikan Sadam hingga sekarang.
Hosni Mubarak merupakan anak dari seorang petani yang kemudian masuk ke angkatan militer Mesir. Dengan latar belakangnya yang dari militer, Mubarak memerintah Mesir dengan kekuatan militernya yang selama ini bisa dikatakan steril dari pemberitaan publik. Mubarak berhasil membungkam militer dan partai opposisi. Tidak hanya itu, Mubarak juga berhasil membungkam demokrasi yang selama ini di impikan oleh rakyat Mesir. Sehingga dibalik itu semua Mubarak dan keluarganya dengan leluasa terus menerus dapat menimbun harta kekayaan mereka. Ini terbukti dengan banyaknya rekening Mubarak dibeberapa negara sepeti Amerika Serikat, Inggrs, dan Jerman. Begitupun dengan istri Mubarak yaitu Sussein yang juga memiliki beberapa rekening di beberapa negara seperti di Paris, London, dll serta beberapa properti lainnya. Kekayaan yang dimiliki Mubarak ditaksir mencapai 40 juta dolar atau sekitar 360 triliyun rupiah. Anak laki-lakinya pun memiliki kekayaan dan properti sekitar 17 juta dolar. Woww,  bisa sampai 7 turunan gak bakalan habis tuuu... Jadi kepegan juga, hheee tapi halal gk tuuu. Kan dari uang rakyat juga.

Akibat ulah Mubarak ini, rakyat Mesir jadi berontak dan tidak ingin lagi dipimpin oleh Hosni Mubarak, karena selain tidak ada perubahan bagi rakyat Mesir malah memperparah kemiskinan dan terjadi peningkatan angka pengangguran di Mesir. Demonstrasi besar-besaran dengan tujuan Revolusi Mesir membuat perekonomian dan pemerintahan Mesir menjadi lumpuh. Banyak toko-toko yang tutup akibat demonstrasi ini. Hal ini menyebabkan sulitnya memperoleh bahan sembako. Kondisi ini membuat hampir seluruh warga negara asing yang tinggal di Mesir pergi meninggalkan Mesir termasuk warga negara Indonesia baik itu TKI, mahasiswa, maupun keluarga KBRI di sana.

Citra Mesir yang merupakan negara modernisasi dari bangsa arab perlahan-lahan mulai pudar. Belum lagi dengan aset budaya yang dimiliki mesir yang sangat banyak menarik turis mancanegara untuk datang ke Mesir. Dari berita terakhir yang didapat, Hosni Mubarak tidak akan turun dari jabatannya hingga akhir masa jabatannya yaitu September 2011. 

Entah bagaimana efek dari Revolusi Mesir ini, apakah memperbaiki kondisi Mesir yang selama ini terpuruk atau malah akan memperburuk citra Mesir di kancah internasional.


Contact Form

Name

Email *

Message *