Total Pageviews

Tuesday, 8 March 2011

PERFUME, bikin Arrrrrgggghhhh


Parfume merupakan Film yang berangkat dari novel yang berjudul Parfume : The Story Of Murderer yang di negeri asalnya sudah menjadi novel best seller. Novel ini dikarang oleh Patrick Suskind. Film yang disutradarai oleh Tom Tykwer ini bersetting di Prancis pada abad ke 18.
Film Perfum menceritakan tentang seorang pria yaitu Jean-Baptiste Grenouille (diperankan oleh Ben Whishaw) yang memiliki keistimewaan uar biasa pada indra penciumannya. Bagaimana jadinya bila Anda mempunyai penciuman yang tajam, dapat mencium berbagai aroma, bahkan dari jarak berkilo-kilometer tanpa menggunakan alat pendeksi apapun? Tentu saja hal tersebut sepertinya mustahil terjadi. Tetapi, dalam film Perfum, Jean Baptiste Groinelle yang diperankan oleh Ben Whishaw, dapat melakukan hal itu.
lahir dari seorang wanita yang berprofesi sebagai penjual ikan busuk. Dia dilahirkan di daerah sangat kumuh dan paling busuk di dunia yaitu Paris. Bayangkan, wanita ini melahirkan Jean Baptiste Groinelle di bawah meja tempatnya berjualan seorang diri tanpa bantuan siapapun. Mungkin karena sudah berpengalaman dengan mudahnya wanita ini melahirkan dan langsung memotong tali pusar anaknya sendiri dengan pisau ikannya. Jean Baptiste Groinelle di biarkannya saja tergeletak di bawah meja tempat ia berjualan seperti bayi-bayi yang pernah dilahirkannya sebelumnya, dan dengan sendirinya bayi itu mati. Tapi berbeda dengan Jean Baptiste Groinelle, awalnya dia diam tak bersuara seperti telah mati, tapi kemudian dia bergerak dan manangis sekuat-kuatnya, dan ini menyebabkan ibunya dihukum gantung kerena telah membuang bayi.
Jean Baptiste Groinelle kemudian dirawat di sebuah panti asuhan. Semakin dia tumbuh, semakin dia menyadari keistimewaan indra penciumannya, sayangnya dia tidak pandai bicara dan sanagt tertutup sehinnga tidak memiliki banyak teman. Suatu hari dia dijual ke seorang pedagang panyamak kulit untuk bekerja di sana.

Suatu ketika Jean bersama majikannya mengantarkan pesanan kulit ke kota, ini berawal dari pertemuannya dengan seorang gadis penjual buah, Jean terobsesi dengan aroma tubuh gadis itu.  Secara tidak sengaja, Jean membunuh gadis itu kerena takut bersuara. Sayang, setelah membunuh gadis itu, dia luput menyimpan aroma tubuhnya. Padahal, aroma gadis itu adalah aroma yang sangat ia sukai.
Pada kesempatan lain, Jean kembali disuruh mengantarkan kulit ke kota. Di sini, Grenouille mengenal cairan wangi bernama parfum, racikan seorang ahli parfum terkenal di Paris bernama  Giuseppe Baldini (diperankan oleh Dustin Hoffman). Dia sangat menyukai wangi parfum itu dan berusaha keras untuk menemukan materi apa saja yang telah membuatnya begitu wangi. Dengan kepandainnya meracik parfum tanpa menakar setetespun cairan yang dicampurkan, Jean membuat Giuseppe Baldini dan  merekrutnya menjadi anak buahnya. Jean diajarkan bagaimana meracik bunga-bunga menjadi minyak wangi. Jean yang tidak mempunyai bau tubuh ini pun mulai melakukan eksperiman gila.

Ketika itulah Grenouille menemukan aroma yang paling wangi diantara semua campuran parfum biasa. Aroma gadis muda yang cantik. Saking terobsesinya dengan aroma wangi ini, Grenouille mulai membunuhi satu-persatu gadis cantik di kota itu. Dia membuat suatu ramuan dari lemak hewan, yang bisa menyimpan aroma tubuh gadis itu. Hanya saja, caranya memang aneh. Dia harus mengoleskan lemak itu ke sekujur tubuh si gadis, lalu mengeruk kembali lemaknya dari kulitnya dengan menggunakan sebuah pisau. Tapi tentu saja, semua gadis yang dimintanya menjadi sukarelawan akan ketakutan dan menolak. Akhirnya dia membunuhnya. Maka pembunuhan demi pembunuhan pun terjadi di film Parfum ini. Seperti yang diajarkan Baldini kepadanya, ada 12 jenis minyak essence yang telah di temukan, tapi belum ada yang menemukan minyak yang ke-13.
Sebenarnya ia mengincar seorang gadis berambut merah yang sangat cantik bernama Laura (diperankan oleh Rachel Hurd-Wood). Hanya saja Laura berbeda dengan korban-korbannya sebelumnya karena ia putri seorang bangsawan kaya. Sementara korban-korbannya yang lain adalah gadis miskin atau bahkan pelacur, sehingga lebih mudah didapatkan. Lemak dari tubuh gadis-gadis korbannya itu kemudian disulingnya, sehingga berubah menjadi ekstrak parfum sebanyak satu sendok makan. Masing-masing dimasukkannya ke dalam botol kecil yang terpisah. Ketika akhirnya botol ke-12 terisi, maka tinggal Laura-lah yang harus di dapatkan. Aroma tubuhnya yang akan mengisi botol ke-13.
Dari sinilah konflik terus berkembang. Ayah Laura, Richis (diperankan oleh Alan Rickman) begitu protektif menjaga putrinya dan melarangnya berada di luar rumah terlalu lama. Tapi Laura adalah gadis remaja yang periang, dia tidak suka terlalu dikungkung oleh ayahnya. Karena itu, ayahnya memutuskan untuk membawa Laura ke luar kota dan menitipkannya di sebuah biara, sampai pembunuh itu ditangkap.

Mereka berangkat dini hari dengan naik kuda. Richis merancang agar rombongan mereka dibagi dua. Satu rombongan yang membawa perlengkapan mereka berjalan lewat jalur selatan, sementara mereka berdua melewati utara. Tapi penciuman Grenouille yang sangat luar biasa, tidak bisa ditipu. Ia tetap bisa menemukan keberadaan Laura, hanya dengan menghirup napas dalam-dalam, berusaha menghirup aroma gadis cantik itu. Dan dia pun berhasil menemukannya. Dan membunuh Laura ketika sedang tidur di kamarnya. Ia lalu menyuling lemak tubuh Laura dan mencampurnya dengan ke-12 botol kecil yang sudah dimilikinya. Terkumpulah satu botol kecil berisi beberapa mili liter inti parfum dari ke-13 gadis muda dan cantik yang sudah dibunuhnya.
Pada saat itulah Richis berhasil menangkapnya dan melaporkannya ke pihak yang berwajib. Mereka merencanakan hukuman yang sangat kejam untuk Grenouille. Hukuman ini sangat terkenal di Paris pada masa itu. Dimana penjahat akan diikat di sebuah kayu. Lalu seorang algojo akan memukul dua belas sendi pada tubuhnya hingga patah. Ini adalah proses kematian yang sangat menyakitkan dan lama. Sehingga penjahat itu akan merasakan sakit yang amat luar biasa terlebih dahulu, baru kemudian mati.

Ketika dijemput dari penjara, Grenouille mengeluarkan botol parfumnya dan mengeluarkan beberapa tetes ke tangannya. Tanpa diduga, setelah mencium aroma parfum itu, kepala penjara berubah sikap dan tunduk menyembahnya. Ia bahkan memberikan bajunya yang mewah untuk dipakai oleh Grenouille. Juga memberikan kereta kudanya untuk dipakai Grenoullie ke lapangan tempat dia akan dieksekusi.



Ribuan massa yang sudah menunggu dengan marah di lapangan terheran-heran melihat penjahat yang akan dieksekusi itu datang dengan mobil mewah milik pejabat dan mengenakan baju mahal yang kebesaran. Karena kepala penjara itu gendut, sementara Grenouille sangat kurus. Ketika ia sudah berada di atas panggung tempat eksekusinya, dia mengeluarkan sapu tangan sutera dari kantongnya dan memercikkan sedikit parfum miliknya ke ujung saputangan.
Sang eksekutor yang terlihat besar dan bengis langsung berlutut menyembahnya dan berseru kepada orang banyak kalau Grenouille tidak bersalah. Orang-orang sampai heran. Grenouille semakin bersemangat. Ia lalu melambai-lambaikan saputangan itu ke arah orang banyak, khususnya ke arah Kardinal yang berada agak jauh darinya. Seketika, semua orang yang seperti melayang dan lupa diri. Bahkan Kardinal jatuh berlutut dan menyebut kalau Granouille bukanlah manusia.
”He is an angel. He is an angel.” Katanya.
Dan dalam sekejab, kerumunan orang ramai itu berlutut menyembahnya lalu saling bercumbu satu sam lain seolah-olah sedang berada di surgai.

Di akhir cerita ditunjukkan kalau Grenouille berjalan sendirian menuju ke tempat kumuh tempat ia dilahirkan. Dalam perjalanan ia berpikir kalau parfum yang dimilikinya ini tak ada artinya sama sekali. Parfum itu memang bisa membuat dia memperbudak seisi dunia. Dia bisa mengirim surat yang ditetesi parfum itu kepada Paus dan mengatakan kalau ia adalah Mesias yang baru. Tapi Grenouille tidak melakukannya.

Sehebat apapun parfum itu, tidak akan bisa membuat orang lain mencintainya dengan tulus. Mereka hanya mencintainya karena parfum itu. Dan gadis yang dicintainya, si penjual bunga di jalan kumuh yang pertama dibunuhnya, tidak akan hidup kembali. Meskipun dia memiliki satu tong besar parfum ajaib itu, tetap saja dia akan sendirian di dunia ini. Kesepian. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke daerah yang membesarkannya dulu. Di jalanan kumuh kota Paris.

Sesampainya disana, dia melihat segerombolan pengemis dan gelandangan yang sedang berkumpul mengelilingi api unggun kecil. Grenouille lalu menuangkan seluruh isi botol iti ke tubuhnya. Semua gelandangan itu menoleh ke arahnya dan terpesona. Dengan menjerit-jerit mereka lari mendekatinya dan mengerubunginya. Rasa cinta yang mereka rasakan begitu besarnya sehingga mereka semua memakan Grenouille hidup-hidup, tanpa tersisa. Tulang belulangnya pun habis. Begitulah akhir si peracik parfum yang ahli. Tewas karena dimakan oleh gelandangan. Ternyata, kekuasaan terbesar sekalipun tidak bisa membuat seseorang bahagia.

Contact Form

Name

Email *

Message *