Total Pageviews

Monday, 20 June 2011

ARITMIA

DEFINISI
Aritmia adalahkelainan dalam kecepatan, irama, tempat asal dari impuls / gangguan konduksi yang menyebabkan perubahan dalam urutan normal aktivasi atrium sampai ventrikel.

PEMBAGIAN KLINIS
1. Takiaritmia
     Frekuensi ventrikuler > 100 kali / menit berdasarkan fokus
            -supraventrikuler à terjadi pada atrium
            - Ventrikuler à terjadi pada ventrikel
2. Bradiaritmia à Frekuensi ventrikuler < 60 kali / menit
3. Braditakiaritmia à Timbulnya takiaritmia dan bradiaritmia secara bergantian

ETIOLOGI
1. Gangguan sirkulasi koroner
            - Iskemia miokard
            - Infark miokard
2. Peradangan jantung
            - Demam rematik
            - Miokarditis
3. Gangguan Kerusakan Struktur Jantung
            -Gagal jantung
            - Kardiomiopati
4. Gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basah
            -Hiperkalemia / hipokalemia
            - Asidosis / alkalosis
5. Gangguan endokrin : Hipertiroid
6. Intoksikasi obat : digoksin, obat antiaritmia, dll
7. Gangguan susunan saraf otonom / pusat
8. Irama abnormal dari pacu jantung
9. Pergeseran pacu jantung dari nodus sinus ke bagian lain dari jantung
10. Blok pada tempat-tempat yang berbeda sewaktu menghantarkan impuls melalui jantung
11. Jalur hantaran impuls yang abnormal melalui jantung
12. Pembentukan yang spontan dari impuls abnormal pada hampir semua bagian jantung

GEJALA
Gejala umum aritmia antara lain :
- Pusing, Sesak napas, Kelelahan, Kelemahan, Nyeri dada, Pingsan

MEKANISME
- Pengaruh persyarafan autonom yang mempengaruhi HR ( Heart Rate )
- Nodus SA mengalami depresi sehingga fokus irama jantung diambil alih yang lain
- Fokus yang lain aktif dari nodus SA dan mengontrol irama jantung
- Nodus SA membentuk impuls, akan tetapi tidak dapat keluar ( sinus arrest ) atau
  mengalami hambatan dalam perjalanannya keluar nodus SA ( SA block)
- Terjadi hambatan perjalanan impuls sesudah keluar nodua SA, misalnya di daerah atrium,
   berkas His, ventrikel, dll

PEMERIKSAAN FISIK
- Pemeriksaan nadi dan detak jantung
- Menentukan ada atau tidaknya aritmia ( tidak bisa menentukan jenis aritmia )
- Pemeriksaan vital sign à derajat kegawatan aritmia
- Pemeriksaan Thoraks à tidak spesifik

PEMERIKSAAN ECG
Jenis pemeriksaan :
1. Konvensial EKG 12 lead
2. Monitoring EKG
3. Holter monitor
4. Exercise Stress test ( treatmill test )
5. Electrophysiology study (Kateterisasi)



TATALAKSANA ARITMIA
Tujuan :
- Konversi aritmia à irama sinus
- Tujuan alternatif à mengendalikan frekuensi ventrikular yang optimal ( 60 – 100 kali /
                                    menit )
- Terapi penyakit dasarnya

Indikasi
Aritmia yang simptomaik dan aritmia dengan gangguan hemodinamik

MACAM-MACAM TERAPI ARITMIA
- Psikoterapi
- Vagal manouver
- Obat Antiaritmia
- Direct current ( DC ) Counter shock ( alat kejut jantung ) untuk mengkonversi takiaritmia dengan gangguan hemodinamik
- Radio frequency catheter ablation
- Automatic implantable defibrillator
- Pace maker temporer / permanent


TERAPI NON FARMAKOLOGIS
- Kurangi merokok
- Kurangi stress
- Kurangi minuman beralkohol
- Diet

TERAPI FARMAKOLOGIS
OBAT ANTIARITMIA ( MENURUT  VAUGHAN WILLIAMS )
1. Kelas I : Golongan Penyekat Na
            Ia : Quinidin, Procainamid, Disopyramid
            Ib : Lidocain, Mexiletin, Phenitoin
            Ic : Propafenon, Flecainamid, Moricizin

2. Kelas II : Golongan Penyekat Beta ( MK : memblok reseptor β adrenergik )
                        Ex : Propanolol, Bisoprolol, Atenolol, Menoprolol
    Indikasi : Aritmia jantung, angina pektoris, dan hipertensi

3. Kelas III : Golongan obat yang memperpanjang potensial aksi dan repolarisasi ( paling
                    aman )
    Ex : Amiodaron, Sotalol, Bretilium, Dofatilide, Ibutilide
    MK : Memblok kanal kalium
    Indikasi : AF, PAF, PSVT, VA parah, VF

4. Kelas IV : Golongan Ca – antagonis , ex : verapamil, diltiazem
    MK : Memblok kanal kalsium
    Indikasi : Supraventrikular aritmia (pada pasien Hipertensi)


OBAT ARITMIA KELAS I : meningkatkan waktu repolarisasi, interval QTc, dan resiko TdP
KELAS II DAN IV  : menurunkan denyut jantung, menurunkan kekuatan kontraksi ventrikel, menurunkan stroke volume, memperpanjang interval PR.
KELAS IB  : hanya bekerja pada jarinagn ventrikuler
KELAS IC : tidak boleh digunakan setelah MI, atau pada pasien dengan HF, atau hipertrofi ventrikuler kiri.

TERAPI MEKANIS
- Kardioversi : mencakup pemakaian arus listrik unutk menghentikan disritmia yang memiliki
  kompleks GRS, biasanya merupaka prosedur elektif.
- Defiblrilasi : Kerdioversi asinkronis yang digunakan pada keadaan gawat darurat.
- Defibrilator Kardioverter Implantable : suatu alat untuk mendeteksi dan mengakhiri
  episode takikardi ventrikel yang mengancam jiwa  atau pada pasien yang resiko mengalami
  fibrilasi vantrikel.
- Terapi Pace maker : alat listrik yang mampu menghasilkan stimulus listrik berulang ke otot  
   jantung untuk mengontrol frekuensi jantung.

FAKTOR RESIKO
- Hipertensi
- Stress à karena meningkatnya produksi adrenalin yang bekerja pada pembukuh darah
                 sehingga tekanan darah meningkat.
- Diabetes
- Bahan-bahan kimia tertentu, ex : Cofein à gol. Xantin

Contact Form

Name

Email *

Message *