Total Pageviews

Monday, 18 February 2013

Tanaman Obat Tradisinal Untuk Penyakit Diabetes, Hipertensi, Hipotensi, dan Demam

1. Diabetes melitus

            Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemi yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin dan atau kerja insulin, sehingga terjadi abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.

a. Pare (Momordica charantia)
            Pare atau paria adalah sayuran tropis dibudidayakan secara luas di Asia, Afrika dan Amerika Selatan, dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat diabetes. Pare mengandung steroid saponin yang dikenal sebagai charantin, peptida yang menyerupai insulin. Senyawa aktif ini meningkatkan regenerasi sel-sel, merangsang sekresi insulin di pankreas, dan merangsang penyimpanan glikogen di liver yang secara keseluruhan berdampak menurunkan gula darah pada pasien diabetes tipe 2.
            Cara penggunaan buah pare untuk obat diabetes :
a.      Cara pertama : Bersihkan 1 buah pare atau paria ukuran sedang, lumatkan lalu tambahkan setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sekali 2 hari sebanyak 1 ramuan. Diulang selama minimal 2 minggu.
b.      Cara kedua : Sediakan 200 gram biji pare, kemudian biji pare disangrai sampai kering dan ditumbuk halus. Setelah dingin disimpan dalam toples. Cara pemakaiannya seduh 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 2 kali sehari.

b. Bungur (Lagerstroemia speciosa Pers.)
            Hampir semua bagian dari pohon bungur bisa dijadikan obat untuk diabetes melitus. Tetapi yang terbaik adalah daunnya yang sudah tua. Cara membuatnya adalah 30 gram daun bungur tua yang masih segar dari bungur berbunga ungu direbus dengan 150 ml air selama kurang lebih satu jam. Hasil rebusan dibagi menjadi tiga bagian yang sama dan diminum tiga kali sehari. Ramuan ini diminum satu jam sebelum makan dan diminum sampai diabetes melitus atau kencing manis sembuh.

c. Salam (Eugenia polyantha Wight.)
            Selain sebagai bumbu masakan, daun salam bisa dijadikan alternatif pengobatan  diabetes melitus atau kencing manis karena daun salam bisa menetralkan kadar gula dalam darah.
          Caranya : Rebus 75-100 g daun salam dengan tiga gelas air. Direbus hingga airnya tersisa setengahnya. Dinginkan air rebusan dan saring, minum tiga kali sehari, masing-masing setengah gelas. Ramuan ini diminum terus-menerus hingga kadar gula darah menjadi netral. Ramuan harus diganti tiap dua hari sekali dengan yang baru.

d. Sambiloto (Andrographis paniculata Nees)
            Sambiloto merupakan tanaman terna semusim yang masuk ke dalam familia  Achanthaceae. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat diabetes adalah daun.
            Caranya :
ambil sambiloto sebanyak kira-kira 5 gram daun segar, seduh dengan 1 gelas air panas (matang), setelah dingin lalu disaring. Hasil saringan kemudian diminum 2 kali sehari sama banyak, pagi dan sore setelah makan.

e. Kumiskucing (Orthosiphon spicatus B.B.S)
            Tanaman Kumis Kucing adalah tanaman semak tahunan yang termasuk dalam familia Lamiaceae. Tinggi tanaman bisa mencapai 150 cm. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun.
            Caranya : untuk obat diabetes, ambil kira-kira 25 gram daun segar, cuci dan rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum dua kali sehari, pagi dan sore. Setiap kali minum setengah gelas.

2. Hipertensi

            Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya. Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHg. Obat tradisional untuk mengatasi hipertensi ini antara lain :

      a. Mengkudu (Morinda citrifolia)
            Daun dan buah Morinda citrifolia mengandung alkaloid, saponin, flavonoida dan antrakinon. Di samping itu daunnya juga mengandung polifenol. Telah dilakukan beberapa penelitian preklinik mengenai kandungan kimia, efek anti inflamasi, anti bakteri, dan efek terhadap kadar gula darah dan efek hipotensif. Penggunaan buah Mengkudu sebagai obat tekanan darah tinggi di masyarakat pada umumnya adalah :

  1. Siapkan dua buah mengkudu dengan ukuran besar
  2.  Hancurkan mengkudu dengan cara memarutnya.
  3.  Peras parutan mengkudu dan saring airnya.
  4. Jika airnya belum sampai satu gelas, kita dapat memarut mengkudu lagi untuk diambil airnya sehingga porsinya sampai dengan satu gelas.
  5. Konsumsi madu dan mengkudu secara teratur setiap pagi dan malam hari, masing-masing satu gelas.

b. Mentimun (Cucumin sativus L.)
            Caranya : 2 buah mentimun dicuci, diparut dan di peras. Minum airnya 2 - 3 kali sehari. Atau 150 gram mentimun direbus. Disaring. Airnya diminum. Lakukan secara teratur setiap hari.

c. Wortel (Dacus carota)
            Caranya 500 gram wortel di cuci, potong-potong dan beri sedikit air lalu di blender. Saring kemudian airnya diminum. Lakukan 3 kali sehari.

d. Tapak Dara (Chtarantus roseus (L.) G. Don)
            Caranya : ambil 7 helai daun tapak dara lalu dicuci. Diseduh dengan segelas air matang. Pemakaiannya, minum sekali sehari menjelang tidur malam.

e. Seledri ( Apium graveolens L.)

            Caranya : 20 tangkai seledri dicuci, dilumatkan. Beri sedikit air masak lalu peras. Minum airnya 2 sendok makan tiga kali sehari. Lakukan dengan teratur selama tiga hari.


3. Darah Rendah

            Tekanan darah rendah atau hipotensi akan menimbulkan gejala seperti lemas, pusing, dan gampang terkena depresi. Salah satu indikasi terkena tekanan darah rendah adalah tensi yang lebih rendah dari 90/60 mmHg. Mengatasinya dapat dengan memperbaiki pola makan. Konsumsilah makanan yang bergizi, diantaranya adalah makanan berikut ini;

Bayam (Amaranthus tricolor L.)
             Bayam mengandung kalium. Selain itu juga rendah sodium dan kaya folat. Efeknya, dapat membuat peredaran darah lebih lancar dan membantu proses pembentukan sel darah merah. Cara penggunaannya ambil 25 – 30 gram daun bayam segar, rebus dan makan sebagai lalap atau jus sayur

4. Demam

            Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 370C yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Demam dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38°C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).
  2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).
  3.   Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.
            Dari ketiga jenis demam di atas, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.
            Untuk demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 38°C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.

a. Kunyit (Curcuma longa)
            Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya
yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.
            Caranya : Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.

b. Bawang merah (Allium cepa L.)
            Salah satu bumbu dapur ini sering digunakan untuk meredakan suhu tubuh yang tinggi pada anak-anak. Bawang merah memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin yang efektif untuk menurunkan suhu tubuh. Caranya : Cuci lima butir bawang merah lalu kupas. Kemudian parut atau gerus dan tambahkan minyak kelapa atau minyak kayu putih secukupnya. Setelah itu balurkan ke tubuh anak, terutama bagian ubun-ubun, punggung, perut, paha, lengan, dan telapak kaki.

c. Air kelapa muda   
            Air kelapa muda terbukti efektif sebagai pengganti cairan tubuh (mengatasi dehidrasi), berkat kandungan mineral kaliumnya. Air kelapa muda juga relatif murah dan mudah didapat. Pada saat suhu naik (panas), tubuh akan mengeluarkan banyak keringat guna menurunkannya. Mengasup banyak cairan dan air kelapa muda adalah salah satu solusinya.

d. Pegagan (Centella asitica (L.) Urban )
            Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau, berbentuk serupa kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid,saponin, hidrokotilin, dan velarin. Bermanfaat untuk menurunkan panas, merevitalisasi tubuh dan pembuluh darah, serta memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga, dan menimbulkan selera makan.
            Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 hagian dan minum 3 kali sehari. Bisa dicampur dengan madu atau jus buah agar lebih disukai anak.

Contact Form

Name

Email *

Message *