Total Pageviews

Friday, 26 September 2014

PENGOBATAN HIPERLIPIDEMIA

Pengobatan pada pasien Hiperlipidemia ada 2 macam yaitu secara Non-farmakologi dan Farmakologi

PENGOBATAN NON FARMAKOLOGI

Diet rendah kolesterol dan rendah lemak jenuh akan mengurangi kadar LDL olahraga bisa membantu mengurangi kadar LDL. Olahraga bisa membantu mengurangi kadar kolesterol LDL dan menambah kadar kolesterol HDL.
Biasanya pengobatan terbaik unutk orang-orang yang memiliki kadar kolesterol atau trigliserida tinggi adalah :
- Menurunkan berat badan jika mereka mengalami kelebihan berat badan
- Berhenti merokok
- Mengurangi jumlah lemak dan kolesterol dalam makanannya.
- Menambah porsi olahraga
- Menkonsumsi obat enurun kadar lemak (jika diperlukan)

PENGOBATAN FARMAKOLOGI
Obat-obatan yang digunakan unutk menurunkan kadar lemak darah
Jenis Obat
Contoh
Cara Kerja
Penyerap Asam empedu

Kolestiramin
Kolestipol
Mengikat asam empedu di usus
Meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah
Penghambat sintesa Lipoprotein
Niasin
Mengurangi kecepatan pembentukan VLDL (merupakan prekursor dari LDL)
Penghambat Koenzim A reduktase
-Adrenalin,
Fluvastin
-Lovastatin
-Pravastatin
-Simvastatin
- Menghambat pembentukan kolesterol
- Meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah
Derivat asam fibrat
Klofibrat
Fenofibrat
Gemfibrosil
Belum diketahui, mungkin meningkatkan pemecahan lemak.


TUJUAN TERAPI
- Penurunan Kolesterol total dan LDL
  Mengurangi resiko pertama / berulang dari infark miokard, angina gagal jantung, stroke
  iskemia atau kejadian lain pada penyakit arterial perifer seperti karotid stenosis atau
  aneurisme arteri abdominal.
- Untuk setiap penurunan 1 % LDL, maka terjadi penurunan resiko penyakit jantung koroner
   sebanyak 1 %.
- Untuk setiap 1 % HDL, maka terjadi penurunan resiko penyakit jantung koroner sebesar 2
  %.

Terapi Kombinasi
·         Turunan fibric acid + resin pengikat asam empedu
·         Penghambat reduktase HMG CoA + resin pengikat asam empedu
·         Niacin + resin pengikat asam empedu
·         Niacin + Penghambat reduktase

Niacin ( Nicotinic Acid)
MK :  Sekresi VLDL ditekan maka LDL menurun, HDL meningkat , trigliserida dan kolesterol  menurun
- Penekanan jaringan adiposa : asupan lemak bebas dari sirkulasi berkurang sehingga sintesa trigliserida di hati menurun. Indikasi : Hiperlipoproteinemia

Turunan Fibric acid
Ex : Gemfibrozil – Lopid®
      Fenofibrate – Tricor®

Gemfibrozil
MK : Meningkatkan aktivitas enzim LPL, mencegah pembentukan LDL
Indikasi : Hipertrigliseridemia berat, hiperkolesterolemia, Hiperlipoproteinemia III, IV, dan V.

Klofibrat
Ex : Arterol, Liposol
Efek : Turunkan VLDL dan Trigliserida
MK : Stimulasi aktifitas lipoprotein lipase, sehingga perombakan dan ekskresi trigliserida dan kolesterol lewat tinja dipercepat.

Resin Asam Empedu
Ex : Cholestiramin : Falterol®, Colestipol®


MK : Mengikat asam empedu dalam lumen saluran cerna.

PENATALAKSANAAN STROKE

Sasaran tarapi :
1. Terapi yang diberikan tergantung dari jenis strokenya --> Hemoragik atau Iskemik
2. Sasaran : aliran pembuluh darah otak
3. Berdasarkan waktu terapinya :
            - Terapi pada fase akut
            - Terapi pencegahan sekunder atau rehabilitasi

Obat yang digunakan pada terapi serangan akut

  •  Terapi Trombolitik : tissue Plasminogen Activator (t-PA), Alteplase
Ex : 
1. Pentoxifilin, 
    MK :   Sebagai anti agregasi, dapat menghancurkan trombus, Meningkatkan deformalitas                                        eritrosit, Memperbaiki sirkulasi intraserebral
2. t-Pa dan Alteplase, MK : megaktifkan plasmin à melisiskan tromboemboli. Penggunaan t-PA terbukti         efektif jika digunakan dalam 3 jam setelah serangan akut.

Catatan : terapi harus digunakan hati-hati karena dapat menimbulkan resiko pendarahan.

  • Terapi Antiplatelet : Aspirin, Clopidogrel, Dipiridamol – Aspirin, Tiklopidin masih merupakan main stay dalam terapi stroke.
        Urutan pilihan : Aspirin atau Dipiridamol – Aspirin --> jika alergi atau gagal : Clopidogrel,  jika gagal :                                   Tiklopidin

  •  Terapi Antikoagulan, hal masih kontroversial karena resiko pendarahan intrakranial 
      Agen : Heparin, unfractionated heparin, low-molecular – weight heparins (LMWH), Heparinoids,                             warfarin

·         Terapi Pemeliharaan (Pencegahan Stroke)
             - Terapi Antiplatelet
1.  Aspirin, dapat menghambat sintesis tromboksan ( senyawa yang berperan dalam proses pembekuan darah )
2.      Dipiridamol atau kombinasi Dipiridamol – Aspirin
3.      Tiklopidin dan Clopidogrel --> jika terapi aspirin gagal
4.      Cilostazol
- Terapi Antikoagulan
   Masih dalam penelitian, efektif untuk pencegahan emboli jantung pada pasien
   stroke
- Terapi Hormon Estrogen
  Pada wanita post-menopause terapi ini terbukti mengurangi insiden terjadinya  
   stroke
- Antihipertensi
1. Hipertensi merupakan faktor resiko
2. Penggunaan antihipertensi harus memperhatikan aliran darah otak dan  
     aliran darah perifer à menjaga fungsi serebral

- Obat pilihan
                        1. Gol. A II RA (Angiotensin II Reseptor Antagonis), ex : Candesertan
                        2. Gol. ACE Inhibitor

- Terapi memulihkan metabolisme otak
   Tujuan : 1. Meningkatkan kemampuan kognitif
                        2. meningkatkan kewaspadaan dan mood
                        3. meningkatkan fungsi memori
                        4. menghilangkan kelesuan
                        5. menghilangkan dizzines
Ex : Citicholin, Codergocrin mesilate, Piracetam

- Terapi Rehabilitasi
   Ex : Fisioterapi, terapi wicara dan bahasa, dll

EVALUASI OUTCOME TERAPI
·         Pasien dengan terapi antikoagulan dipantau terhadap parameter koagulasi/pendarahan
·         Pesien yang mendapat Aspirin dipantau kemungkinan gangguan/pendarahan GIT
·         Pasien yang dapat Tiklofidin dipantau efek samping dan interaksi obatnya : periksa darah rutin untuk deteksi adanya Neutropenia.

Tuesday, 9 September 2014

Beberapa tips saat diare

Dampak paling buruk dari diare adalah dehidrasi atau kekurangan cairan. Sangat dianjurkan agar penderita rajin minum dengan menambah gula dan garam.Terutama setiap kali selesai buang air. Jika perlu, larutan gula dan garam dapat diperoleh di apotik berupa oralite atau pedialyte.

Tanda bahwa cairan dalam tubuh cukup, bisa dilihat dengan memperhatikan banyaknya air kemih dan warnanya. Jika kurang dan warnanya pekat, berarti cairan tubuh berkurang. Tetapi jika warnanya kuning jernih dan jumlahnya seperti biasa, berarti jumlah cairan tubuh cukup baik.

Berhati-hati meminum obat diare. Jika diare disertai demam atau ada darah, obat ini harus dihindari.

Kapan ke dokter?
Diare bisa sembuh sendiri dengan penanganan yang telaten di rumah. Tetapi jika lebih dari 3 hari upaya tak berhasil, diare disertai demam tinggi, atau jika tinja disertai darah, dan atau rasa sakit yang ditimbulkan terasa berlebihan, itu berarti diare membutuhkan bantuan dokter untuk memastikan tindakan selanjutnya.



Makanan yang baik di konsumsi ketika mengalami diare

Ketika mengalami diare, ada beberapa makanan yang bisa memperburuk gejala yang ada. Serangan mencret menjadi lebih sering, adanya rasa mual dan muntah yang berpotensi menyebabkan kekurangan cairan. Ini sebaiknya dihindari.

Selain ada makanan yang bisa memperburuk gejala diare adapula makanan yang dapat membantu memulihkan keadaan, mengurangi serangan dan mencegah keadaan agar tidak semakin memburuk.Berdasarkan penelitian Peter Higgins, seorang professor penyakit dalam di the University of Michigan, beliau membagi tips-nya mengenai makanan. Kata beliau, pada hari pertama terserang diare, kita sebaiknya tidak neko-neko dalam hal makan.

Kita dianjurkan memilih makanan yang sederhana dan mudah dicerna. Makanan ini sebaiknya cenderung tawar tanpa bumbu berlebihan. Tidak berlemak, tidak pedas dan tidak kecut, contoh : nasi, roti panggang tanpa olesan mentega dan keju, kentang rebus, biskuit gabin tawar/ asin, ayam panggang atau ayam kukus tanpa kulit dan lemak.

Hampir semua buah-buahan dianjurkan untuk dihindari, yang dianjurkan adalah saus apel (dibuat dengan cara merebus apel sampai lunak lalu diblender) dan pisang. 

Pisang kaya akan kandungan kalium. Zat ini sangat banyak terbuang saat muntah dan berak. Hasil penelitian menunjukkan pisang bisa mengganti zat yang hilang tersebut. Pisang juga sangat banyak mengandung zat bernama Pectin. Pektin adalah serat yang dapat membantu tubuh menyerap cairan jahat dari dalam usus dan mengeluarkannya bersama kotoran. Satu lagi, satu zat bernama inulin juga terkandung dalam pisang. Zat ini mampu membantu menghidupkan bakteri baik dalam usus yang dapat melawan kehadiran bakteri jahat penyebab diare.

Bakteri baik atau proboitik ini menurut beberapa penelitian dapat memperpendek serangan diare. Selain pisang, probiotik juga banyak terkandung dalam yogurt.

Makanan yang sebaiknya dihindari saat terserang diare

Ketika mengalami diare, berarti kita mengalami gangguan pada saluran cerna dalam mencerna makanan. Maka sudah pasti dalam kodisi tersebut kita harus memilah-milah makanan yang dapat kita konsumsi dan makanan yang harus kita hindari agar tidak memperparah gejala diare yang ditimbulkan seperti serangan mencret menjadi lebih sering, adanya rasa mual dan muntah yang berpotensi menyebabkan kekurangan cairan

Ada makanan yang baik di konsumsi ketika mengalami diarea dimana dapat mengurangi serangan dan mencegah keadaan agar tidak semakin memburuk, namun adapula makanan yang bisa memperburuk gejala diare. Pada saat menderita diare, ada beberapa makanan yang memang cenderung “ditolak” oleh usus dan akibatnya masa transitnya dalam usus cukup singkat. Makanan ini memperberat serangan diare. Makanan ini di antaranya:


1. Makanan berlemak. 
Makanan bisa berlemak karena digoreng, dilumuri mentega/ krim, atau karena memang mengandung lemak seperti jeroan dan kulit ayam. Makanan tinggi lemak dapat mempercepat kontraksi usus dan menyebabkan reaksi pada sistem yang sudah sensitif. Makanya, hindari makanan berminyak, digoreng, atau bersantan.

2. Produk susu
Diare menyebabkan penurunan jumlah enzim laktase  yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa, zat gula yang terdapat dalam produk susu. Jika laktosa tak dicerna, akibatnya akan timbul gas di perut, kembung, mual, dan diare. Untuk sementara, jauhi susu sapi, es krim dan keju dan makanan lain yang mengandung produk susu.

Dalam hal ini ASI untuk bayi tetap harus diberikan. Bagi bayi yang meminum susu formula, susu dibuat lebih encer atau diganti sesuai anjuran dokter. Produk susu yang justru dianjurkan adalah yoghurt.

3. Alkohol dan kopi.
Pada saat diare, semua makanan yang menyebabkan sering buang air kecil perlu dihindari. Hal ini dapat menyebabkan cairan di dalam tubuh semakin berkurang. Kopi dan alkohol termasuk di dalamnya.

4. Pemanis buatan
Makanan yang banyak mengandung gula sintetis atau pemanis buatan seperti permen, minuman bersoda dan beberapa makanan lain dapat memicu diare sehingga dianjurkan dihindari. Fungsi normal usus dapat terganggu hanya dengan mengkonsumsi 50 gram makanan yang mengandung gula buatan.


5. Makanan yang memproduksi gas
Dalam kondisi normal, Anda memang disarankan untuk menyantap makanan yang kaya serat. sebaliknya, pada saat terkena diare dan gangguan pencernaan, biji-bijian, buah, dan sayur yang dikenal kaya serat harus dihindari karena menyebabkan kembung. Hal tersebut akan memperburuk masalah pada sistem pencernaan. Setelah diare reda, tingkatkon konsumsi makanan berserat Anda secara bertahap. Meski demikian, ada jenis makanan berserat yang disarankan untuk dikonsumsi saat diare yaitu Oat. Serealia tersebut dipercaya efektif mencegah diare. Konsumsi sayur dan buah yang berikut ini sebaiknya dihindari yaitu kol, brokoli, kembang kol, dan kacang-kacangan.

Kacang, kol, brokoli, dan beragam kubis memiliki kandungan gula yang sulit dicerna sehingga memicu gas yang berlebihan dalam usus dan dapat menyebabkan kembung dan kram. Selain itu, kubis juga mengandung banyak serat sehingga dapat memperburuk diare. Bakteri dalam usus menghasilkan gas dalam jumlah besar karena pada saat diare tubuh kehilangan enzim pencerna gula pada kacang-kacangan.


6. Makanan pedas dan berbumbu
Pada saat terserang diare, pastikan juga Anda menghindari makanan pedas. Cabai mengandung capsaicin yang dapat memicu rasa panas dalam perut. Hal tersebut bisa menimbulkan rasa mulas pada orang yang tengah mengalami gangguan pencernaan. Makanan berbumbu dapat memicu kontraksi usus yang berlebihan, karena kondisi usus yang belum stabil mamaksa usus bekerja lebih keras.

7. Makanan tercemar
Kapan pun, hindarilah makanan yang diduga tercemar kotoran. Termasuk makanan yang cara penananganannya ceroboh seperti disimpan di ruang terbuka, atau sudah cukup lama dikeluarkan dari kulkas. Cuci tangan setelah buang air dan sebelum makan adalah hal sederhana tetapi sangat bermanfaat. Jika anda sudah meragukan makanan, sebaiknya dihindari dari pada menjadi penyakit.

Contact Form

Name

Email *

Message *