Total Pageviews

Saturday, 18 June 2011

CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF)

DEFINISI
Gagal jantung kongestif adalah keadaan dimana ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi dikarenakan adanya kelainan fungsi jantung yang berakibat jantung gagal memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian tekanan pengisian ventrikel kiri (Braundwald).

ETIOLOGI
1. Kelainan Otot Jantung
      Penderita kelainan otot jantung menyebabkan menurunnya kontraktilitas jantung. Kondisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi otot mencakup aterosklerosis koroner, hipertensi arterial, dan penyakit oto degeneratif atau inflamasi.
2. Aterosklerosis Koroner
Mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran darah ke otot jantung.
3. Hipertensi Sistemik atau Pulmonal
Meningkatkan beban kerja jantung dan pada gilirannya mengakibatkan hipertropi serabut otot jantung.
4. Peradangan dan Penyakit Miokardium Degenaratif
Berhubungan dengan gagal jantung kerena kondisi ini secara langsung merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas menurun.
5. Penyakit Jantung Lain
Mekanisme yang biasanya terlibat mencakup gangguan aliran darah melalui jantung, ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah, peningkatan mendadak afterload akibat meningkatnya tekanan darah sistemik dapat mengakibatkan gagal jantung meskipun tidak ada hipertropi miokardial.
6. Faktor Sistemik
            - Meningkatnya laju metabolisme (demam, tirotoksikosis)
            - Hipoksia dan anemia
            - Asidosis (respiratori atau metabolik)
            - Disritmia jantung

Grade gagal jantung menurut New York Heart Association, terbagi dalam 4 kalainan fungsional :
·         Timbul sesak pada aktifitas fisik berat
·         Timbul sesak pada aktifitas fisik sedang
·         Timbul sesak pada aktifitas fisik ringan
·         Timbul sesak pada aktifitas sangat ringan/istirahat

PATOFISIOLOGI
Mekanisme yang mendasari gagal jantung meliputi gangguan kemampuan kontraktilitas jantung yang menyebabkan curah jantung lebih rendah dari curah jantung normal. Bila curah jantung kurang, sistem syaraf simpatis akan mempercepat frekuensi jantung untuk mempertahankan curah jantung. Bila mekanisme kompensasi ini gagal unutk mempertahankan perfusi jaringan yang memadai, maka vlume sekuncup jantunglah yang harus menyesuaikan diri untuk mempertahankan curah jantung.

Jika curah jantung gagal dipertahankan maka akan terjadi gagal jantung kongestif karena kontraktlitas, karena preload, kontraktilitas dan afterload terganggu.

MANIFESTASI KLINIS
1. Meningkatnya volume intravaskuler
2. Kongestif jaringan akibat tekanan arteri dan vena meningkat
3. Edema paru akibat peningkatan tekanan vena pulmonalis sehingga cairan mengalir dari   
    kapiler   paru ke alveoli, yang dimanifestasikan dengan batuk dan napas pendek
4. Edema perifer umum dan perubahan berat badan akibat tekanan sistemik
5. Turunnya curah jantung akibat darah tidak dapat mencapai jaringan dan organ
6. Tekanan perfusi ginjal menurun mengakibatkan pelepasan renin dari ginjal yang pada
    gilirannya akan menyebabkan sekresi aldosteron, retensi Na dan cairan, serta peningkatan
    volume  intravaskuler.

Tempat kongestif tergantung dari ventrikel yang terlibat, yaitu :
a. Disfungsi ventrikel kiri atau gagal jantung kiri
            Tanda dan Gejala
- Dispenia : akibat penimbunan cairan dalam alveoli yang mengganggu pertukaran    
  gas
- Ortopnea : kesulitan bernapas saat berbaring
- Paroximal : nokturna dispnea
- Batuk : bisa batuk kering dan basah yang menghasilkan sputum berbusa dalam jumlah  banyak  kadang disertai banyak darah
- Mudah lelah : akibat cairan jantung yang kurang
- Kegelisahan : akibat gangguan oksigenasi jaringan

b. Disfungsi ventrikel kanan atau gagal jantung kanan
     Tanda dan Gajala
Ø  Edema ekstremitas bawah atau edema dependen
Ø  Hepatomegali dan nyeri tekan pada kuadran kanan batas abdomen
Ø  Anoreksia dan mual akibat pembesaran vena
Ø  Nokturna : rasa ingin kencing pada malam hari
Ø  Lemah : akibat menurunnya curah jantung

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1.      EKG : disritmia ( takikardia, fibrilasi atrial )
2.      Sonogram : menunjukkan dimensi pembesaran bilik
3.      Scan jantung : penyuntikan fraksi dan perkiraan gerakan dinding
4.      Kateteresasi jantung
5.      Rontgen dada : menunjukkan perubahan ukuran jantung



Pemeriksaan fisik umum
a. Keadaan umum pasien : - kelainan
                                             - umur pasien
                                             - tampak sakit atau tidak
                                            - kesadaran dan keadaan emosi
                                            - sikap dan tingkah laku

b. Tanda vital :            - pernapasan
                                    - nadi
                                    - tekanan darah
                                    - suhu

PENATALAKSANAAN MEDIK
a. Terapi Non-Farmakologis
            Anjuran umum
            1. Edukasi : terangkan hubungan keluhan, gejala dengan pengobatan
            2. Aktivitas sosial dan pekerjaan diusahakan agar dapat dilakukan seperti biasa
               sesuai  kemampuan fisik
            3. Gagal jantung berat harus menghindari penerbangan panjang

            Tindakan umum
            1. Diet rendah garam
            2. Hentikan rokok
            3. Aktivitas fisik
            4. Istirahat baring pada gagal jantung akut, berat, dan eksaserbasi akut

b. Terapi Farmakologis
     1. Glikosida jantung
Digitalis, meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung dan memperlambat frekuensi jantung
Efek yang dihasilkan : peningkatan curah jantung, penurunan tekanan vena dan volume darah, dan peningkatan diurisi dan mengurangi edema.
Ex : Digoxin
- Digoxin memiliki efek inotropik positif (bekerja meningkatkan kontraksi otot jantung ) pada irama sinus dan menyebabkan perbaikan simptomatis serta menurunkan tingkat perwatan di rumah sakit walaupun tidak mempengaruhi tingkat mortilitas.
- Penghambat Fosfodiesterase
Hambatan enzim ini menyebabkan peningkatan kadar siklik AMP (cAMP) dalam sel miokard yang akan meningkatan kadar kalsium intrasel, ex : Mirinon dan Amirinon

2. Diuretik
       Dasar untuk terapi simptomatik. Dosisnya harus cukup besar untuk menghilangkan edema paru dan/atau perifer. Efek samping utama adalah hipokalemia ( berikan suplemen K+ atau diuretik hemat kalium seperti amilorid)
       Ex : Spironolakton, suatu diuretik hemat kalium (antagonis aldosteron), memperbaiki prognosis pada CHF berat.
3. Inhibitor ACE
       Menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II, memotong respon neuroendokrin maladaptif, menimbulkan vasodilatasi dan menurunkan tekanan darah. Obat ini dapat memicu gagal ginjal pada stenosis arteri renalis bilateral.
       Efek samping lain  : batuk kering persisten

4. Antagonis Reseptor Angiotensin II
       Ex : Losartan, menghambat angiotensin II dengan antagonisme langsung terhadap reseptornya. Efek dan manfaatnya sama seperti inhibitor ACE.

5. β-Bloker
       Ex : Bisoprolol, Metoprolol, Karvedilol
       β-Bloker diberikan hanya pada pasien yang stabil, dengan dosis sangat rendah, dinaikkan bertahap. Menurunkan kegagalan pompa serta kematian mendadak akibat aritmia.

6. Kombinasi Hidralazin dengan Isosorbid Dinitrat
       Untuk pasien yang intoleran dengan inhibitor ACE

7. Terapi Umum
       Obati penyebab yang mendasari dan aritmia bila ada. Kurangi asupan garam dan air, pantau terapi dengan mengukur berat badan setiap hari. Obati faktor resiko hipertensi dan PJK dengan tepat.

KOMPLIKASI
1. Tromboemboli
       Resiko terjadinya bekuan vena ( trombosis vena dalam DVT/deep venous thrombosis dan emboli paru atau EP) dan emboli sistemik tinggi, terutama pada CHF berat. Bisa diturunkan dengan pemberian warfarin.
2. Komplikasi fibrilasi atrium sering terjadi pada CHF yang menyebabkan perburukan dramatis.
         Dapat diberikan digoxin atau β-Bloker dan pemberian warfarin.
3. Kegagalan pompa kongestif
         Bisa terjadi karena penggunaan diuretik  dengan dosis yang ditinggikan.
4. Aritmia Ventrikel
       Sering dijumpai, bisa menyebabkan sinkop atau kematian jantung mendadak ( 25-
       50% kematian pada CHF ).

semoga bermanfaat....
semangat !!!








PERIPHERAL ARTERIAL DISEASE ( PAD )

    DEFINISI
PAD merupakan suatu penyakit dimana terganggunya atau tersumbatnya aliran darah dari atau ke jaringan organ. Sumbatan itu disebabkan oleh plak yang terbentuk di arteri yang membawa darah ke seluruh anggota tubuh. Plak ini terdiri atas lemak, kalsium, jaringan fibrosa, dan zat lain di dalam darah.
Semua penyakit yang mnyangkut sindrome arterial non koroner yang disebabkan oleh kelainan struktur dan fungsi arterial yang mengaliri otak, organ viseral, dan keempat ekstremitas.

ETIOLOGI
PAD umumnya merupakan akibat aterosklerosis yang mana terbentuknya plak pada pembuluh darah. Plak ini membentuk blok yang mempersempit dan melemahkan pembuluh darah.

Penyebab lain PAD :
1. Gumpalan atau bekuan darah yang dapat memblokir pembuluh darah
2. Diabetes, dalam jangka panjang, gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah. Penderita DM juga memiliki tekanan darah yang tinggi dan lemak yang banyak dalam darah sehingga memercapat perkembangan aterosklerosis.
3. Infeksi Arteri (arteritis)
4. Cedera, bisa terjadi bila kecelakaan, perokok
5. Hiperlipidemia, hipertensi, obesitas, dll.

PATOFISIOLOGI
Tahapan penyakit arteri perifer
Kerusakan Arteri  à Penyimpanan Arteri à Penyumbatan Arteri

GEJALA
Gejala yang tampak
·         Rasa nyeri pada kaki
·         Lemah denyut nadi
·         Perubahan suhu tubuh
·         Bulu kaki rontok

Gejala yang tidak tampak
       90% hanya bisa diketahui dari ABI.

Derajat Gejala
   I. Asimtomatik
IIa. Klaudikasio Intermiten
IIb. Tak ada nyeri, klaudikasio jika jalan > 200m
III. Nyeri istirahat dan Nocturnal
IV. Nekrosis, Gangren

Gejala Secara Umum
·         Pasien berumur >40 tahun dengan hipertensi
·         Hiperkolesterolemia
·         Diabetes Mellitus
·         Gangguan fungsi ginjal
Awalnya penyakit biasanya terasa nyeri / sakit  / tidak nyaman

Gejala Non Spesifik
·         Kulit dingin, kulit mengkilat
·         Kuku menebal
·         Kurangnya rambut atau bulu kaki
·         Nyeri di dada atau leher
·         Pingsan
·         Kebingungan, sulit untuk melihat pada satu atau kedua mata
·         Kehilangan koordinasi
·         Sakit kepala mendadak

FAKTOR PENCETUS
Ø  Umur > 40 thn
Ø  Jenis kelamin (pria > wanita)
Ø  Merokok
Ø  Minum kopi
Ø  Konsumsi Alkohol
Ø  Hiperkolesterolemia / hiperlipidemia
Ø  Hipertensi
Ø  Diabetes Mellitus
PAD selanjutnya dapat menyebabkan angina (aterosklerosis pada arteri koroner ) dan seranga jantung. Selain itu dapat pula menyebabkan karotid dan stroke, lambatnya penyembuhan luka, rasa sakit ketika berjalan/olahraga akibat PAD.

DIAGNOSA
Ø  Riwayat medis dan keluarga ( Faktor resiko, gejala, diet, penggunaan obat, riwayat penyakit jantung keluarga)
Ø  Uji fisik : Lemah atau tidaknya puls pada kaki.
Ø  ABI : (A. Bradial Index) membandingkan tekanan darah di kaki dan di tangan.
Ø  Doppler Ultrasound : mengukur aliran darah ke vena dan arteri dengan wund wafe.
Ø  Magnetik Resonance Angiogram ( MRA )
Ø  Arteriogram
Ø  Blood test.


TERAPI
Terapi Non-farmakologi
1. Perubahan pola hidup
Ø  Berhenti merokok
Ø  Menurunkan berat badan pada penderita obesitas (diet dan olahraga)
Ø  Menurunkan tekanan darah
Ø  Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
Ø  Menurunkan kadar gula darah jika beresiko diabetes
Ø  Olahraga teratur

2. Terapi suportif
Ø  Perawatan kaki dengan menjaga tetap bersih dan lembab dengan memberikan krim        
pelembab
Ø  Memakai sandal dan sepatu yang ukurannya pasa dari bahan sintetis yang berventilasi
Ø  Hindari penggunaan bebat plastik karena mengurangi aliran darah ke kulit
Ø  Latihan fisik (exercise) berupa jalan-jalan kaki kira-kira selama 30-40 menit

3. Terapi intervensi
Ø  Angioplasti
Tujuannya untuk melebarkan arteri yang mulai menyempit atau membuka sumbatan dengan cara mendorong plak ke dinding arteri.
Ø  Operasi By-pass
Bila keluhan semakin memburuk dan sumbatan arteri tidak dapat diatasi dengan         angioplasti. Bagi yang sudah menjalani operasi ini biasanya bebas dari gejala dan tidak mengalami komplikasi apapun sesudahnya

Terapi Farmakologi
Dapat diberikan :
Ø  Aspirin                         81-125 mg
Ø  Clopidogrel                 75 mg
Ø  Pentoxifiline                1,2 g
Ø  Cilostazol                     100 mg B10
Ø  Ticlopidine                  500 mg

Obat-obatan tersebut dalam penelitian dapat memperbaiki jarak berjalan dan mengurangi penyempitan.

Friday, 17 June 2011

GASTRITIS

Definisi
Gastritis adalah inflamasi (pembengkakan) dari mukosa lambung termasuk gastritis erosiva yang disebabkan oleh iritasi, refluks cairan kandung empedu dan pankreas, haemorrhagic gastritis, infectious gastritis, dan atrofi mukosa lambung
Inflamasi ini mengakibatkan sel darah putih menuju ke dinding lambung sebagai respon terjadinya kelainan pada bagian tersebut.

Gastritis dibagi menjadi 2 yaitu : 
1. Gastritis akut
Salah satu bentuk gastritis akut yang sering dijumpai di klinik ialah gastritis akut erosif. Gastritis akut erosif adalah suatu peradangan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan erosif. Disebut erosif apabila kerusakan yang terjadi tidak lebih dalam daripada mukosa muskularis.
2. Gastritis kronis
Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun (Soeparman, 1999, hal : 101). Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang berkepanjangan yang disebabkan baik oleh ulkus lambung jinak maupun ganas atau oleh bakteri helicobacter pylori.
 
Etiologi 
Banyak hal yang dapat menjadi penyebab gastritis. Beberapa penyebab utama dari gastritis adalah Infeksi, iritasi dan reaksi autoimun. Infeksi dapat terjadi baik itu oleh bakteri ataupun virus. Iritasi dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti obat- obatan, alkohol, ekskresi asam lambung berlebihan,muntah kronis dan menelan racun. 
Gastritis erosiva biasanya akibat dari sakit yang parah atau dari obat-obatan. Stres, etanol, cairan empedu, Non-Steroidal Anti Inflamatory Drug (NSAID) mengganggu barier mukosa lambung, sehingga mudah terluka dengan asam lambung normal. Infeksi dari H.pylori menimbulkan peptic ulcer disease (PUD). H.pylori berkoloni pada lapisan terdalam lapisan mukosa yang merupakan pelindung dari mukosa  lambung dan mengganggu fungsinya sebagai pelindung. 
NSAID dan aspirin juga mengganggu lapisan mukosa pelindung dengan menghambat aktivitas cyclooxygenase mukosa, menurunkan kadar prostaglandin mukosa. Banyak orang yang terdapat koloni H.pylori dan mengkonsumsi obat-obatan tersebut tidak terjadi gastritis ataupun PUD sehingga disimpulkan ada faktor penting lainnya yang juga ikut berperan.
Gastritis juga dapat disebabkan oleh obat-obatan terutama aspirin dan obat anti inflamasi non steroid (AINS), juga dapat disebabkan oleh gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung seperti trauma, luka bakar dan sepsis (Mansjoer, Arif, 1999, hal : 492).

Gambaran Klinis
Sindrom dispepsia berupa nyeri epigastrium, mual, kembung dan muntah merupakan salah satu keluhan yang sering muncul. Ditemukan juga perdarahan saluran cerna berupa hematemesis dan melena, kemudian disusul dengan tanda-tanda anemia pasca perdarahan. Biasanya jika dilakukan anamnesa lebih dalam, terdapat riwayat penggunaan obat-obatan atau bahan kimia tertentu.
Pasien dengan gastritis juga disertai dengan pusing, kelemahan dan rasa tidak nyaman pada abdomen (Mansjoer, Arif, 1999, hal : 492-493).
 
Patofisiologi
1. Gastritis Akut
Gastritis akut dapat disebabkan oleh karena stres, zat kimia misalnya obat-obatan dan alkohol, makanan yang pedas, panas maupun asam. Pada para yang mengalami stres akan terjadi perangsangan saraf simpatis NV (Nervus vagus) yang akan meningkatkan produksi asam klorida (HCl) di dalam lambung. Adanya HCl yang berada di dalam lambung akan menimbulkan rasa mual, muntah dan anoreksia.
Zat kimia maupun makanan yang merangsang akan menyebabkan sel epitel kolumner, yang berfungsi untuk menghasilkan mukus, mengurangi produksinya. Sedangkan mukus itu fungsinya untuk memproteksi mukosa lambung agar tidak ikut tercerna. Respon mukosa lambung karena penurunan sekresi mukus bervariasi diantaranya vasodilatasi sel mukosa gaster. Lapisan mukosa gaster terdapat sel yang memproduksi HCl (terutama daerah fundus) dan pembuluh darah.
Vasodilatasi mukosa gaster akan menyebabkan produksi HCl meningkat. Anoreksia juga dapat menyebabkan rasa nyeri. Rasa nyeri ini ditimbulkan oleh karena kontak HCl dengan mukosa gaster. Respon mukosa lambung akibat penurunan sekresi mukus dapat berupa eksfeliasi (pengelupasan). Eksfeliasi sel mukosa gaster akan mengakibatkan erosi pada sel mukosa. Hilangnya sel mukosa akibat erosi memicu timbulnya  perdarahan.
Perdarahan yang terjadi dapat mengancam hidup penderita, namun dapat juga berhenti sendiri karena proses regenerasi, sehingga erosi menghilang dalam waktu 24-48 jam setelah perdarahan.

2. Gastritis Kronis
Helicobacter pylori merupakan bakteri gram negatif. Organisme ini menyerang sel permukaan gaster, memperberat timbulnya desquamasi sel dan muncullah respon radang kronis pada gaster yaitu : destruksi kelenjar dan metaplasia.
Metaplasia adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap iritasi, yaitu dengan mengganti sel mukosa gaster, misalnya dengan sel desquamosa yang lebih kuat. Karena sel desquamosa lebih kuat maka
elastisitasnya jujuga berkurang. Pada saat mencerna makanan, lambung melakukan gerakan peristaltik tetapi karena sel penggantinya tidak elastis maka akan timbul kekakuan yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri. Metaplasia ini juga menyebabkan hilangnya sel mukosa pada lapisan lambung, sehingga akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah lapisan mukosa. Kerusakan pembuluh darah ini akan menimbulkan perdarahan.
 
Gejala
Gastritis bisa timbul tanpa gejala. Saat timbul gejala, yang sering muncul biasanya adalah:
—cegukan,
—rasa terbakar di tenggorokan,
—mual,
—muntah,
—tidak nafsu makan,
—penurunan berat badan,
—tidak enak di perut bagian atas,
—muntah darah atau cairan berwarna coklat, ataupun
—terdapat darah saat buang air besar.
—Pemeriksaan Diagnostik
1. EGD (Esofagogastriduodenoskopi) = tes diagnostik kunci untuk perdarahan GI atas, dilakukan untuk melihat sisi perdarahan / derajat ulkus jaringan / cedera.
2. Minum barium dengan foto rontgen = dilakukan untuk membedakan diganosa penyebab / sisi lesi.
3. Analisa gaster = dapat dilakukan untuk menentukan adanya darah, mengkaji aktivitas sekretori mukosa gaster, contoh peningkatan asam hidroklorik dan pembentukan asam nokturnal penyebab ulkus duodenal. Penurunan atau jumlah normal diduga ulkus gaster, dipersekresi berat dan asiditas menunjukkan sindrom Zollinger- Ellison.

4. Angiografi = vaskularisasi GI dapat dilihat bila endoskopi tidak dapat disimpulkan atau tidak dapat dilakukan. Menunjukkan sirkulasi kolatera dan kemungkinan isi perdarahan.
5. Amilase serum = meningkat dengan ulkus duodenal, kadar rendah diduga gastritis.


Semoga Bermanfaat...
Semangat !!!

Tuesday, 8 March 2011

PERFUME, bikin Arrrrrgggghhhh


Parfume merupakan Film yang berangkat dari novel yang berjudul Parfume : The Story Of Murderer yang di negeri asalnya sudah menjadi novel best seller. Novel ini dikarang oleh Patrick Suskind. Film yang disutradarai oleh Tom Tykwer ini bersetting di Prancis pada abad ke 18.
Film Perfum menceritakan tentang seorang pria yaitu Jean-Baptiste Grenouille (diperankan oleh Ben Whishaw) yang memiliki keistimewaan uar biasa pada indra penciumannya. Bagaimana jadinya bila Anda mempunyai penciuman yang tajam, dapat mencium berbagai aroma, bahkan dari jarak berkilo-kilometer tanpa menggunakan alat pendeksi apapun? Tentu saja hal tersebut sepertinya mustahil terjadi. Tetapi, dalam film Perfum, Jean Baptiste Groinelle yang diperankan oleh Ben Whishaw, dapat melakukan hal itu.
lahir dari seorang wanita yang berprofesi sebagai penjual ikan busuk. Dia dilahirkan di daerah sangat kumuh dan paling busuk di dunia yaitu Paris. Bayangkan, wanita ini melahirkan Jean Baptiste Groinelle di bawah meja tempatnya berjualan seorang diri tanpa bantuan siapapun. Mungkin karena sudah berpengalaman dengan mudahnya wanita ini melahirkan dan langsung memotong tali pusar anaknya sendiri dengan pisau ikannya. Jean Baptiste Groinelle di biarkannya saja tergeletak di bawah meja tempat ia berjualan seperti bayi-bayi yang pernah dilahirkannya sebelumnya, dan dengan sendirinya bayi itu mati. Tapi berbeda dengan Jean Baptiste Groinelle, awalnya dia diam tak bersuara seperti telah mati, tapi kemudian dia bergerak dan manangis sekuat-kuatnya, dan ini menyebabkan ibunya dihukum gantung kerena telah membuang bayi.
Jean Baptiste Groinelle kemudian dirawat di sebuah panti asuhan. Semakin dia tumbuh, semakin dia menyadari keistimewaan indra penciumannya, sayangnya dia tidak pandai bicara dan sanagt tertutup sehinnga tidak memiliki banyak teman. Suatu hari dia dijual ke seorang pedagang panyamak kulit untuk bekerja di sana.

Suatu ketika Jean bersama majikannya mengantarkan pesanan kulit ke kota, ini berawal dari pertemuannya dengan seorang gadis penjual buah, Jean terobsesi dengan aroma tubuh gadis itu.  Secara tidak sengaja, Jean membunuh gadis itu kerena takut bersuara. Sayang, setelah membunuh gadis itu, dia luput menyimpan aroma tubuhnya. Padahal, aroma gadis itu adalah aroma yang sangat ia sukai.
Pada kesempatan lain, Jean kembali disuruh mengantarkan kulit ke kota. Di sini, Grenouille mengenal cairan wangi bernama parfum, racikan seorang ahli parfum terkenal di Paris bernama  Giuseppe Baldini (diperankan oleh Dustin Hoffman). Dia sangat menyukai wangi parfum itu dan berusaha keras untuk menemukan materi apa saja yang telah membuatnya begitu wangi. Dengan kepandainnya meracik parfum tanpa menakar setetespun cairan yang dicampurkan, Jean membuat Giuseppe Baldini dan  merekrutnya menjadi anak buahnya. Jean diajarkan bagaimana meracik bunga-bunga menjadi minyak wangi. Jean yang tidak mempunyai bau tubuh ini pun mulai melakukan eksperiman gila.

Ketika itulah Grenouille menemukan aroma yang paling wangi diantara semua campuran parfum biasa. Aroma gadis muda yang cantik. Saking terobsesinya dengan aroma wangi ini, Grenouille mulai membunuhi satu-persatu gadis cantik di kota itu. Dia membuat suatu ramuan dari lemak hewan, yang bisa menyimpan aroma tubuh gadis itu. Hanya saja, caranya memang aneh. Dia harus mengoleskan lemak itu ke sekujur tubuh si gadis, lalu mengeruk kembali lemaknya dari kulitnya dengan menggunakan sebuah pisau. Tapi tentu saja, semua gadis yang dimintanya menjadi sukarelawan akan ketakutan dan menolak. Akhirnya dia membunuhnya. Maka pembunuhan demi pembunuhan pun terjadi di film Parfum ini. Seperti yang diajarkan Baldini kepadanya, ada 12 jenis minyak essence yang telah di temukan, tapi belum ada yang menemukan minyak yang ke-13.
Sebenarnya ia mengincar seorang gadis berambut merah yang sangat cantik bernama Laura (diperankan oleh Rachel Hurd-Wood). Hanya saja Laura berbeda dengan korban-korbannya sebelumnya karena ia putri seorang bangsawan kaya. Sementara korban-korbannya yang lain adalah gadis miskin atau bahkan pelacur, sehingga lebih mudah didapatkan. Lemak dari tubuh gadis-gadis korbannya itu kemudian disulingnya, sehingga berubah menjadi ekstrak parfum sebanyak satu sendok makan. Masing-masing dimasukkannya ke dalam botol kecil yang terpisah. Ketika akhirnya botol ke-12 terisi, maka tinggal Laura-lah yang harus di dapatkan. Aroma tubuhnya yang akan mengisi botol ke-13.
Dari sinilah konflik terus berkembang. Ayah Laura, Richis (diperankan oleh Alan Rickman) begitu protektif menjaga putrinya dan melarangnya berada di luar rumah terlalu lama. Tapi Laura adalah gadis remaja yang periang, dia tidak suka terlalu dikungkung oleh ayahnya. Karena itu, ayahnya memutuskan untuk membawa Laura ke luar kota dan menitipkannya di sebuah biara, sampai pembunuh itu ditangkap.

Mereka berangkat dini hari dengan naik kuda. Richis merancang agar rombongan mereka dibagi dua. Satu rombongan yang membawa perlengkapan mereka berjalan lewat jalur selatan, sementara mereka berdua melewati utara. Tapi penciuman Grenouille yang sangat luar biasa, tidak bisa ditipu. Ia tetap bisa menemukan keberadaan Laura, hanya dengan menghirup napas dalam-dalam, berusaha menghirup aroma gadis cantik itu. Dan dia pun berhasil menemukannya. Dan membunuh Laura ketika sedang tidur di kamarnya. Ia lalu menyuling lemak tubuh Laura dan mencampurnya dengan ke-12 botol kecil yang sudah dimilikinya. Terkumpulah satu botol kecil berisi beberapa mili liter inti parfum dari ke-13 gadis muda dan cantik yang sudah dibunuhnya.
Pada saat itulah Richis berhasil menangkapnya dan melaporkannya ke pihak yang berwajib. Mereka merencanakan hukuman yang sangat kejam untuk Grenouille. Hukuman ini sangat terkenal di Paris pada masa itu. Dimana penjahat akan diikat di sebuah kayu. Lalu seorang algojo akan memukul dua belas sendi pada tubuhnya hingga patah. Ini adalah proses kematian yang sangat menyakitkan dan lama. Sehingga penjahat itu akan merasakan sakit yang amat luar biasa terlebih dahulu, baru kemudian mati.

Ketika dijemput dari penjara, Grenouille mengeluarkan botol parfumnya dan mengeluarkan beberapa tetes ke tangannya. Tanpa diduga, setelah mencium aroma parfum itu, kepala penjara berubah sikap dan tunduk menyembahnya. Ia bahkan memberikan bajunya yang mewah untuk dipakai oleh Grenouille. Juga memberikan kereta kudanya untuk dipakai Grenoullie ke lapangan tempat dia akan dieksekusi.



Ribuan massa yang sudah menunggu dengan marah di lapangan terheran-heran melihat penjahat yang akan dieksekusi itu datang dengan mobil mewah milik pejabat dan mengenakan baju mahal yang kebesaran. Karena kepala penjara itu gendut, sementara Grenouille sangat kurus. Ketika ia sudah berada di atas panggung tempat eksekusinya, dia mengeluarkan sapu tangan sutera dari kantongnya dan memercikkan sedikit parfum miliknya ke ujung saputangan.
Sang eksekutor yang terlihat besar dan bengis langsung berlutut menyembahnya dan berseru kepada orang banyak kalau Grenouille tidak bersalah. Orang-orang sampai heran. Grenouille semakin bersemangat. Ia lalu melambai-lambaikan saputangan itu ke arah orang banyak, khususnya ke arah Kardinal yang berada agak jauh darinya. Seketika, semua orang yang seperti melayang dan lupa diri. Bahkan Kardinal jatuh berlutut dan menyebut kalau Granouille bukanlah manusia.
”He is an angel. He is an angel.” Katanya.
Dan dalam sekejab, kerumunan orang ramai itu berlutut menyembahnya lalu saling bercumbu satu sam lain seolah-olah sedang berada di surgai.

Di akhir cerita ditunjukkan kalau Grenouille berjalan sendirian menuju ke tempat kumuh tempat ia dilahirkan. Dalam perjalanan ia berpikir kalau parfum yang dimilikinya ini tak ada artinya sama sekali. Parfum itu memang bisa membuat dia memperbudak seisi dunia. Dia bisa mengirim surat yang ditetesi parfum itu kepada Paus dan mengatakan kalau ia adalah Mesias yang baru. Tapi Grenouille tidak melakukannya.

Sehebat apapun parfum itu, tidak akan bisa membuat orang lain mencintainya dengan tulus. Mereka hanya mencintainya karena parfum itu. Dan gadis yang dicintainya, si penjual bunga di jalan kumuh yang pertama dibunuhnya, tidak akan hidup kembali. Meskipun dia memiliki satu tong besar parfum ajaib itu, tetap saja dia akan sendirian di dunia ini. Kesepian. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke daerah yang membesarkannya dulu. Di jalanan kumuh kota Paris.

Sesampainya disana, dia melihat segerombolan pengemis dan gelandangan yang sedang berkumpul mengelilingi api unggun kecil. Grenouille lalu menuangkan seluruh isi botol iti ke tubuhnya. Semua gelandangan itu menoleh ke arahnya dan terpesona. Dengan menjerit-jerit mereka lari mendekatinya dan mengerubunginya. Rasa cinta yang mereka rasakan begitu besarnya sehingga mereka semua memakan Grenouille hidup-hidup, tanpa tersisa. Tulang belulangnya pun habis. Begitulah akhir si peracik parfum yang ahli. Tewas karena dimakan oleh gelandangan. Ternyata, kekuasaan terbesar sekalipun tidak bisa membuat seseorang bahagia.

Rematik Gout

Gout / asam urat /pirai
Gout juga sering disebut penyakit asam urat karena gout adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang dari artritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia).

Gout adalah Peradangan sendi bersifat menahun dan setelah terjadinya serangan berulang, sendi bisa menjadi bengkok.Untuk mencegah kekambuhan, dianjurkan untuk minum banyak air, menghindari minuman beralkohol dan mengurangi makanan yang kaya akan protein. Banyak penderita yang memiliki kelebihan berat badan, jika berat badan mereka dikurangi, maka kadar asam urat dalam darah seringkali kembali ke normal atau mendekati normal.

Rematik/ Gout
•         GEJALA
Nyeri sendi secara mendadak kemerahan,  bengkak dari sendi yang terkena demam, kedinginan, dan lemah mungkin menyertai serangan.

•         PENYEBAB
Kadar asam urat didalam darah yang meningkat menyebabkan penumpukan kristal sodium urat di dalam sendi.

•         Tahapan Artitis Gout/Rematik/Encok 

1. Tahap Asimtomatik
Kadar asam urat darah meningkat tapi tidak menimbulkan gejala. Selanjutnya encok menyebabkan tekanan darah tinggi atau sakit punggung sakit berat.

2. Tahap Akut
Serangan akut pertama datang tiba-tiba dan cepat memuncak.
 Umumnya serangan pertama kali terjadi pada tengah malam atau menjelang pagi. Serangan itu berupa rasa nyeri yang hebat pada pangkal ibu jari kaki. Rasa nyeri ini timbul secara mendadak dan didahului oleh keluhan lain. Rasa nyeri ini begitu hebat sehingga bila bagian yang sakit bila tersentuh bahkan selimut yang lembut pun akan terasa sakit. Rasa nyeri tersebut mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan perlahan-lahan akan sembuh spontan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu.

3. Tahap Interkritikal
Penderita dapat kembali bergerak normal serta melakukan berbagai aktivitas
seperti olahraga tanpa rasa sakit sama sekali. Kalau rasa nyeri pada serangan pertama itu hilang bukan berarti penyakit itu sembuh total, biasanya beberapa tahun kemudian akan ada serangan kedua.

4. Tahap Kronik
Terjadi bila penyakit diabaikan sehingga menjadi akut.
Faktor Resiko Pria mempunyai resiko tinggi terkena penyakit ini, sekitar 90% penderita penyakit ini adalah kaum pria.
Tapi tidak semua orang dengan asam urat tinggi akan mengalami arthritis gout karena tidak semua rematik disertai dengan asam urat tinggi.


Ada beberapa cara untuk mencegah timbulnya atau berulangnya penyakit asam urat atau gout ini.
•  Diet, dianjurkan menurunkan berat badan pada pasien yang gemuk, serta diet rendah purin (tidak usah terlalu ketat). Hindari alkohol dan makanan tinggi purin (hati, ginjal, ikan sarden, daging kambing, dan sebagainya), termasuk roti manis.
•  Perbanyak minum. Pengeluaran urin 2 liter/hari atau lebih akan membantu pengeluaran asam urat dan mengurangi pembentukan endapan di saluran kemih.
•  Orang yang tidak aktif berolahraga misalnya karena terbaring sakit, dapat timbul serangat gout baru.
• Hindari obat-obatan yang mengakibatkan hiperurisemia, seperti tiazid, diuretik, Aspirin®, dan asam nikotinat yang menghambat ekskresi asam urat dari ginjal.
•  Makanlah buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C, karena ada penelitian pemberian vitamin C pada dosis tinggi dapat melindungi terhadap penyakit gout.

Contact Form

Name

Email *

Message *