Total Pageviews

Thursday, 13 February 2014

Demam Tifoid

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan gejala demam lebih dari satu minggu, gangguan pada saluran pencernaan, dan gangguan kesadaran. Penyakit ini termasuk penyakit menular endemik yang dapat menyerang banyak orang dan masih merupakan masalah kesehatan di daerah tropis terutama di negara-negara sedang berkembang. Salmonella typhi merupakan bakteri gram negatif.
Sumber penularan penyakit demam tifoid dapat melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, biasanya kontaminasi berasal dari fases, muntahan atau cairan badan. Salmonella typhi dapat menyebar melalui tangan penderita, lalat dan serangga lain.  
1    Gambaran klinis
            Demam tifoid pada umumnya menyerang penderita kelompok umur 5-30 tahun dan jarang terjadi pada umur 2 tahun maupun diatas umur 60 tahun dengan masa inkubasi umumnya 5-40 hari dengan rata-rata antara 10-14 hari. Gejala klinis demam tifoid sangat bervariasi, dari gejala klinis ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus sampai dengan berat sehingga harus dirawat.
2.    Etiologi dan Patogenesis
            Demam tifoid disebabkan oleh

Permohonan Izin Apotek

             
Nomor             :                                                               Kepada Yth. :
Lampiran         :                                                               Kepala Dinas Kesehatan
Perihal             : Permohonan Izin Apotek                   Kabupaten ...................   
                                                                                          di –
                                                                                               .........................

            Bersama ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan ijin Apotek dengan data-data sebagai berikut :

  1. Pemohon
Nama Pemohon                       : .....................................................................
Nomor Surat Ijin Kerja           : .....................................................................
( Nomor Surat Penugasan )
Nomor KTP                            : .....................................................................
Alamat dan Nomor Telepon   : .....................................................................
Pekerjaan Sekarang/NPWP     : .....................................................................

  1. Apotik
Nama                                       : .....................................................................
Alamat                                                : .....................................................................
Kel/Desa                                 : .....................................................................
Kecamatan                              : .....................................................................
Kabupaten                               :
Provinsi                                   :

  1. Dengan menggunakan sarana : Milik Sendiri / Milik pihak lain *(coret yang tidak perlu
Nama Pemilik Sarana              : .....................................................................
Alamat                                                : .....................................................................
Nomor Wajib Pajak                 : .....................................................................

Bersama permohonan ini kami lampirkan :
  1. Salinan / Foto Copy Surat Ijin Kerja Apoteker / Surat Penugasan/STRA
  2. Salinan / Foto Copy Kartu Tanda Penduduk
  3. Denah Bangunan
  4. Peta Lokasi
  5. Surat yang menyatakan status bangunan dalam bentuk Akte Hak Milik/Sewa/Kontrak
  6. Daftar Asisten Apoteker dengan mencantumkan nama, alamat, tanggal lulus dan Nomor Surat Ijin Kerja/SIAA/STRTTK
  7. Daftar terperinci alat perlengkapan apotek
  8. Surat pernyataan dari Apoteker Pengelola Apotek bahwa tidak bekerja tetap pada suatu perusahaan farmasi lain dan tidak menjadi Apoteker Pengelola Apotek di Apotek lain.
  9. Surat Ijin Atasan (bagi Pegawai Negeri, Anggota ABRI dan Pegawai Instansi Pemerintah Lainnya)
  10. Akte Perjanjian Kerjasama Apoteker Pengelola Apotek dengan Pemilik Sarana Apotek
  11. Surat Pernyataan Pemilik Sarana tidak terlibat pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang obat
  12. Surat Rekomendasi dari Organisasi IAI ( Ikatan Apoteker Indonesia )

Demikian permohonan kami, atas perhatian dan persetujuannya kami sampaikan terima kasih.

                                                                                    Tangerang, ............................
                                                                                                    Pemohon



                                                                                                Materai Rp. 6.000,-

                                                                                    ( .......................................... )


Tembusan Kepada Yth. :
1.       Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta

2.       Kepala Dinas Kesehatan Provonsi Banten di Serang

Demam Berdarah Dengue (DBD)

1. Pengertian
            Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dari nyamuk Aedes aegypti, yang berdampak terhadap gangguan pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga terjadi perdarahan yang dapat menimbulkan kematian (Misnadiarly, 2009). Demam dengue biasanya berlangsung 5 hingga 7 hari) yang ditandai dengan demam, lesu, nyeri kepala, mialgia, ruam, limfadenopati, dan leukopenia, yang disebabkan oleh empat jenis virus dengue yang secara antigen berbeda (Dorland, 2006).

2.      Epidemiologi
      Distribusi Penyakit DBD Menurut Umur
            Pada awal terjadinya wabah di suatu negara, distribusi umur memperlihatkan jumlah penderita terbanyak dari golongan anak berumur < 15 tahun (86-95%). Namun pada wabah-wabah selanjutnya jumlah penderita terbanyak digolongkan berdasarkan umur ialah anak berumur 5-11 tahun. Jumlah penderita yang berumur lebih dari 15 tahun meningkat sejak tahun 1984 (Hadinegoro, 2004).

      Distribusi Penyakit DBD Menurut Tempat
            Penyakit DBD dapat menyebar pada semua tempat kecuali tempat-tempat dengan ketinggian 1000 meter dari permukaan laut karena pada tempat yang tinggi dengan suhu yang rendah, siklus perkembangan Aedes aegypty tidak sempurna (Soegijanto, 2006). Dalam kurun waktu 30 tahun sejak ditemukan virus dengue di Surabaya dan Jakarta, baik dalam jumlah penderita maupun daerah penyebaran penyakit meningkat pesat. Sampai saat ini DBD telah ditemukan di seluruh propinsi Indonesia dan 200 kota telah melaporkan adanya aktifitas yang luar biasa. Laju insiden meningkat dari 0,005 per 100.000 penduduk pada tahun 1968 menjadi berkisar antara 6-27 per 100.000 penduduk (Dep-Kes RI; Dirjen P2M/PL, 2005).

      Distribusi Penyakit DBD Menurut Waktu
            Pola berjangkitnya infeksi virus dengue dipengaruhi oleh iklim dan kelembapan udara. Pada suhu yang panas (28-32°C) dengan kelembapan yang tinggi, nyamuk Aedes aegypty akan tetap bertahan hidup dalam jangka waktu lama.

3.      Etiologi dan Patogenesis
            DBD disebabkan oleh

Monday, 22 April 2013

PRETERM LABOUR

          Preterm labour atau kelahiran prematur merupakan kelahiran seorang bayi kurang dari 37 minggu dari usia kehamilan. Sejauh ini kelahiran prematur merupakan penyebab utama kematian bayi di negara maju. Bayi prematur berada pada risiko lebih besar untuk jangka pendek dan komplikasi panjang, termasuk morbiditas serta hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan mental. Kemajuan signifikan telah dibuat dalam merawat bayi prematur, tapi tidak dalam mengurangi prevalensi kelahiran prematur. Penyebab kelahiran prematur dalam banyak situasi sulit dipahami dan diketahui, banyak faktor tampaknya terkait dengan perkembangan kelahiran prematur , membuat penurunan jumlah kelahiran prematur yang menantang.
Bayi prematur belum mencapai tingkat perkembangan janin yang umumnya memungkinkan kehidupan di luar rahim. Pada janin manusia normal, beberapa sistem organ dewasa antara 34 dan 37 minggu, dan janin yang memadai mencapai kematangan pada akhir periode ini. Salah satu organ utama yang sangat dipengaruhi oleh kelahiran prematur adalah paru-paru. Paru-paru adalah salah satu organ terakhir yang berkembang di dalam rahim sehingga bayi prematur biasanya menghabiskan hari-hari pertama/minggu hidup mereka pada ventilator. Prematur dapat dikurangi ke tingkat yang kecil dengan menggunakan obat untuk mempercepat pematangan janin, dan untuk tingkat yang lebih besar dengan mencegah kelahiran prematur.
Kelahiran prematur spontan adalah

Wednesday, 17 April 2013

Rhinitis Alergi

  • Pengertian
   Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi  pada pasien atopi yang sebelumnya sudah tersensitisasi dengan alergen yang sama serta dilepaskannya suatu mediator kimia  ketika terjadi paparan ulangan dengan alergen spesifik tersebut (von Pirquet, 1986). Menurut WHO ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma) tahun 2001, rinitis alergi adalah kelainan pada hidung dengan gejala bersin-bersin, rinore, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar alergen yang diperantarai oleh IgE.
Berdasarkan penyebabnya, ada 2 golongan rhinitis :
1. Rhinitis alergi à disebabkan oleh adanya alergen yang terhirup oleh hidung.
2. Rhinitis non alergi à disebabkan oleh faktor-faktor pemicu tertentu : Rhinitis vasomotor, rhinitis medicamentosa, rhinitis struktural

Menurut WHO Iniative ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma) tahun 2000, yaitu berdasarkan sifat berlangsungnya dibagi menjadi :
1.      Intermiten (kadang-kadang): bila gejala kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4  minggu.
2.      Persisten/menetap bila gejala lebih dari 4 hari/minggu dan atau lebih dari 4 minggu.

Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit, rinitis alergi dibagi menjad i:
1.    Ringan, bila tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktifitas harian, bersantai, berolahraga, belajar, bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu.
2.      Sedang atau berat bila terdapat satu atau lebih dari gangguan tersebut diatas(Bousquet et al, 2001).

·         Etiologi rinitis alergi
    Rinitis alergi melibatkan interaksi antara lingkungan dengan predisposisi genetik dalam perkembangan penyakitnya. Faktor genetik dan herediter sangat berperan pada ekspresi rinitis alergi (Adams, Boies, Higler, 1997). Penyebab rinitis alergi tersering adalah alergen inhalan pada dewasa dan ingestan pada anakanak. Pada anak-anak sering disertai gejala alergi lain, seperti urtikaria dan gangguan pencernaan. Penyebab rinitis alergi dapat berbeda tergantung dari klasifikasi. Beberapa pasien sensitif terhadap beberapa alergen. Alergen yang menyebabkan rinitis alergi musiman biasanya berupa serbuk sari atau jamur. Rinitis alergi perenial (sepanjang tahun) diantaranya debu tungau, terdapat dua spesies utama tungau yaitu Dermatophagoides farinae dan Dermatophagoides pteronyssinus, jamur, binatang peliharaan seperti kecoa dan binatang pengerat. Faktor resiko untuk terpaparnya debu tungau biasanya karpet serta sprai tempat tidur, suhu yang tinggi, dan faktor kelembaban udara. Kelembaban yang tinggi merupakan faktor resiko untuk untuk tumbuhnya jamur. Berbagai pemicu yang bisa berperan dan memperberat adalah beberapa faktor nonspesifik diantaranya asap rokok, polusi udara, bau aroma yang kuat atau merangsang dan perubahan cuaca (Becker, 1994).
Berdasarkan cara masuknya allergen dibagi atas:
1.   Alergen Inhalan, yang masuk bersama dengan udara pernafasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel dari bulu binatang serta jamur.
2.  Alergen Ingestan, yang masuk ke saluran cerna, berupa makanan, misalnya susu, telur, coklat, ikan dan udang.
3.    Alergen Injektan, yang masuk melalui suntikan atau tusukan, misalnya penisilin atau sengatan lebah.
4. Alergen Kontaktan, yang masuk melalui kontak dengan kulit atau jaringan mukosa, misalnya bahan kosmetik atau perhiasan (Kaplan, 2003).

·         Patofisiologi
    Rinitis alergi merupakan suatu penyakit inflamasi yang diawali dengan tahap sensitisasi dan diikuti dengan reaksi alergi. Reaksi alergi terdiri dari 2 fase yaitu :

Contact Form

Name

Email *

Message *