Total Pageviews

Sunday, 15 January 2012

ANTIKANKER

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya pembentukan jaringan baru yang abnormal dan bersifat ganas serta tidak terkendali (Zwavelling, A 1985) Kanker dapat disebabkan oleh faktor endogen maupun eksogen. Faktor endogen dapat berupa faktor genetik, penyakit, dan hormon. Sedangkan faktor eksogen dapat berasal dari makanan, virus, senyawa-senyawa karsinogenik seperti polusi udara, zat warna, logam-logam karsinogen, dan banyak penyebab lainnya seperti siklofosfamida (Mosmann, T 1993; Hanahan, D 2000).
Pengobatan kanker secara medis dilakukan dengan :
  1. terapi penyinaran,
  2. pembedahan, dan
  3. kemoterapi (Calabresi, P 2001).
Kemoterapi adalah pemberian golongan obat-obatan tertentu dengan tujuan menghambat pertumbuhan sel kanker dan bahkan ada yang dapat membunuh sel kanker. Obat itu disebut "sitostatika atau obat anti-kanker.

OBAT ANTIKANKER
Multidrug/kombinasi
Efek terhadap sel kanker yang berada dalam siklus sel
Efek terhadap sel sehat yang cepat berproliferasi
Efek terhadap sel kanker nonsolid dan solid

Adverse Event (sifat merugikan) Umum lainnya
Nekrosis jaringan lokal (keluar i.v.)
Kerusakan tubulus ginjal (cisplatin, dosis tinggi MTX)
Kardiotoksik (doxorubicin, daunorubicin)
• Fibrosis paru (bleomycin)
Toksik pada sistem saraf (vincristine dose-limiting neurotoxicity
 
SIKLUS SEL
Fase G 0 (gap 0)  : Fase istirahat, sel diprogram untuk melaksanakan fungsi - fungsi khusus.
Fase G I (GAP 1 )  : merupakan interfase, terjadi sintesa protein dan RNA
Fase S (Sintesa)  : Fase sintesa DNA
Fase G 2 (Gap 2 )  : Fase premitosis,setelah sintesa DNA selesai, sintesa protein dan RNA berlanjut dan precursor microtubular dari mitosis dihasilkan.
Fase M (Mitosis)  : Fase pembelahan sel, setelah fase ini selesai,maka siklus akan berulang ke awal.

Klasifikasi Obat Antikanker berdasarkan mekanisme kerja :
Alkylating agents
Antimetabolit
Antibiotika
Obat hormonal
Alkaloid tanaman
Lain-lain: asparaginase, hydroxyurea, mitoxantrone, mitotane, derivat retinoic acid, faktor pertumbuhan tulang, amifostine, imunomodulator, antiangiogenesis
 
Alkylating agents
Obat ini bekenja dengan cara:
  1. Menghambat sintesa DNA dengan menukar gugus alkali sehingga membentuk ikatan silang DNA.
  2. Mengganggu fungsi sel dengan melakukan transfer gugus alkali pada gugus amino, karboksil, sulfhidril, atau fosfat.
  3. Merupakan golongan sel spesifik non fase spesifik.
  Yang termasuk golongan ini adalah:
  - Amsacrine     - Cisplatin
  - Busulfan     - Carboplatin
  - Chlorambucil    - Dacarbazine
  - Cyclophospamid    - Procarbazin.
  - Ifosphamid    - Streptozocin.
  - Thiotepa  - Mephalan

Antimetabolit
Golongan ini menghambat sintesa asam nukleat.Beberapa antimetabolit memiliki struktur analog dengan molekul normal sel yang diperlukan untuk pembelahan sel, beberapa yang lain menghambat enzym yang penting untuk pembelahan.Secara umum aktifitasnya meningkat pada sel yang membelah cepat. Yang termasuk golongan ini:
- Azacytidine  - Cytarabin
- Capecitabine  - Fludarabin
- Mercaptopurin  - Fluorouracil
- Metotrexate  - Luekovorin 
- Mitoguazon  - Capecitabine
- Pentostatin  - Gemcitabine
- Cladribin  - Hydroxyurea
- Mercaptopurin  - Thioguanin
- Metothrexate  - Pentostatin
- Mitoguazone

Antibiotika
Mekanisme kerja terutama dengan jalan menghambat sintesa DNA dan RNA. Yang termasuk golongan ini:
- Actinomicin D  - Mithramicin
- Bleomicin    - Mitomicyn.
- Daunorubicin   - Mitoxantron.
- Doxorubicin
- Epirubicin
- Idarubicin.

l
Obat Hormonal
Tamoksifen: antiestrogen kanker payudara yang mempunyai reseptor estrogen
Leuprolid, goserelin: analog GnRh menghambat pelepasan gonadotropin
Flutamid: antiandrogen
 
Alkaloid VincaBeberapa obat lain :
Mitotic Spindle
Golongan obat ini berikatan dengan protein mikrotubuler sehingga
menyebabkan disolusi struktur mitotic spindle pada fase mitosis. Antara lain:
- Plakitaxel (Taxol)  - V inorelbin
- Docetaxel  - V indesine
- V inblastine  - V incristin

Topoisomerase Inhibitor
Obat ini mengganggu fungsi enzim topoisomerase sehingga menghambat
proses transkripsi dan replikasi. Macam - macamnya antara lain:
- Irinotecan
- Topotecan
- Etoposit

Cytoprotektive Agents
Macam- macamnya antara lain:
- Amifostin
- Dexrazoxan
 
Monocronal Antibodies
    Obat ini memiliki selektifitas relatif untuk jaringan tumor dan toksisitasnya relatif rendah.Obat ini dapat menyerang sel tertentu secara langsung, dan dapat pula digabungkan dengan zat radioaktif atau kemoterapi tertentu.
Macam-macamnya antara lain:
- Rituximab
- Trastuzumab

Hematopoietic Growth Factors
Obat-obat ini sering digunakan dalam kemoterapi tetapi tidak satupun yang menunjukan peningkatan survival secara nyata. Macam-macamnya antara lain:
-Eritropoitin
-Coloni stimulating factors (CSFs)
-Platelet growth Factors
Lain-lain
Obat ini tidak mempunyai mekanisme khusus, antara lain:
- L- Asparaginase  - Hexamethylmelamine
- Estramustine  - Anagrelide
- Lavamisol  - Interferon alfa
- Oktreotide  - IL-2

Obat anti kanker ada yang bekerja pada:
a. Semua siklus (Cell Cycle non specific).
  Obat anti kanker jenis ini dapat bekerja pada semua siklus sel, apakah ia sedang berada dalam siklus pertumbuhan sel atau tidak. Pada umumnya sel yang pertumbuhannya cepat lebih sensitif terhadap obat daripada yang lambat, hanya perbedaannya tidak terlalu besar.
b. Pada siklus pertumbuhan tertentu pada semua phase (Cell Cycle non phase spesifik) Obat hanya bekerja pada sel yang berada dalam siklus pertumbuhan, tetapi tidak pada sel yang tidak tumbuh (G O ) . Toksisitas sel tergantung dari dosis obat dan lama paparan (exposure).
c. Pada siklus pertumbuhan tertentu pada fase tertentu (Cell cycle phase spesific).
  Obat bekerja hanya pada phase tertentu saja dalam siklus pertumbuhan sel. Sel yang pertumbuhannya cepat lebih peka daripada yang pertumbuhannya lambat, tetapi ada sel yang tidak peka terhadap obat walaupun dosisnya tinggi. Untuk sel kanker golongan ini sebaiknya diberi obat anti kanker dalam waktu yang pendek dan dengan dosis yang tinggi

INDIKASI  ANTIKANKER
Menurut Brule cs, WHO 1973 indikasi
pengobatan dengan Antikanker adalah untuk:
1. Menyembuhkan dan menghilangkan kanker
2. Memperpanjang hidup
3. Memperpanjang interval bebas kanker
4. Menghentikan progresifitas kanker
5. Mengecilkan volume kanker
6. Terapi paliatif

Kontra indikasi kemoterapi :
Kontra indikasi absolut
  1. Penyakit stadium terminal
  2. Hamil trimester pertama,kecuali akan digugurkan
  3. Septikemia
  4. Koma
Kontra indikasi relatif
  1. Usia lanjut
  2. Keadaan umum yang sangat jelek
  3. Ada gangguan fungsi organ vital
  4. Demensia
  5. Penderita tidak dapat mengunjungi klinik secara teratur.
  6. Tumor resisten terhadap obat,tidak ada fasilitas penunjang.

Efek Samping Antikanker
Terhadap sumsum tulang: leukopeni , anemi, trombositopenia.
Terhadap saluran cerna: mual, muntah, stomatitis, gastritis, diare,ileus.
Terhadap kardiovaskuler: kardiomiopati, hipertensi, dekompensasio cordis
Terhadap paru : fibrosis
Terhadap hepar : fibrosis.
Terhadap ginjal  : nekrosis tubulus
Terhadap kulit: hiperpigmentasi, alopesia.
Terhadap syaraf: parestesi, neuropati, , tuli.
Terhadap pankreas : pankreatitis.
Terhadap uterus : perdarahan.
Terhadap kandung kemih: sistitis.
Sehingga pada pasien yang diberikan kemoterapi perlu dilakukan monitoring ketat fungsi hati , fungsi ginjal, sumsum tulang, EKG, dan efek local.
 
Mekanisme terjadinya resistensi:
Konsentrasi obat terbatas oleh karena vaskularisasi yang tidak adekuat.
Kegagalan sel untuk mengubah obat kedalam bentuk aktif
Impermeabelitas dinding sel terhadap sitostatika.
Perubahan spesifitas enzim dalam sel.
Katabolisme yang berlebihan oleh sel tumor

Cara mencegah resistensi: 
Pemakaian dosis intermiten 
Terapi kombinasi atau disertai imunoterapi 
Pemakaian obat berbeda dengan siklus berurutan
Jika timbul resistensi diganti dengan obat yang bermekanisme kerja berbeda.
Pemakaian obat harus segera dihentikan sesudah ada remisi
THANK’S

Contact Form

Name

Email *

Message *