Total Pageviews

Sunday, 1 January 2012

Obat-obat Hepatotoksik

SARI MARDATILLAH
0811012052

Obat-obatan, seperti yang kita ketahui, dapat menimbulkan berbagai efek samping. Salah satunya adalah efek hepatotoksik; yaitu efek samping kerusakan sel-sel atau jaringan hati dan sekitarnya akibat konsumsi suatu obat.Efek hepatotoksik yang dikenal ada beberapa macam, yaitu:
Kerusakan parenkim hati dengan cepat, menyerupai gejala hepatitis viral akut.
Kerusakan parenkim hati dengan lambat, menyerupai gejala hepatitis kronik aktif.
Infiltrasi lemak pada sel-sel hati, menyerupai gejala fatty liver.
Menghambat ekskresi empedu sehingga menimbulkan ikterus obstruktif, menyerupai gejala kolestasis.
Merusak sel-sel saluran empedu secara perlahan-lahan, menyerupai gejala sirosis biliaris.
Menyebabkan granuloma sel-sel hati.
Menyebabkan perlukaan pada parenkim hati, sehingga mendorong terbentuknya jaringan parut (fibrosis) menyerupai sirosis hati.
Mendorong terjadinya tumor hati.
Merusak sistem pembuluh darah portal hati.


Mengapa suatu obat dapat bersifat hepatotoksik?
Diduga sebabnya bersifat multifaktorial, namun ada beberapa mekanisme yang sudah diketahui dapat membuat obat tertentu bersifat hepatotoksik.

Peroksidasi lipid. Radikal bebas yang terkandung dalam obat dapat memicu reaksi peroksidasi pada asam lemak tak jenuh pada retikulum endoplasmik sel hati, sehingga terjadi degenerasi lemak dan nekrosis pada sel yang bersangkutan.
Stres oksidatif, juga disebabkan radikal bebas. Proses ini dapat menyebabkan berkurangnya glutation dalam sel hati, sehingga terjadi gangguan keseimbangan kalsium dan kerusakan sel yang bersangkutan.
Penghambatan oksidasi, juga dapat menyebabkan reaksi peroksidasi lipid.
Penghambatan sintesis protein melalui inhibisi enzim RNA polimerase, yang menyebabkan nekrosis lemak dan kematian sel.
Penghambatan transportasi asam empedu pada sistem saluran kanalikuler intrahepatik.
Reaksi imunoalergenik (berupa reaksi sitotoksik akibat paparan antigen asing)
Efek karsinogenesis, terutama oleh metabolit obat yang sangat aktif atau teraktivasi berlebihan oleh substansi asing.

Berikut ini adalah daftar obat yang bersifat hepatotoksik, sesuai dengan gejala yang ditimbulkannya. Adapun daftar dibuat berdasarkan mekanisme hepatotoksik yang dimiliki suatu obat. Obat yang semakin sering muncul adalah obat yang memiliki beberapa efek hepatotoksik sekaligus, sehingga secara umum lebih hepatotoksik dibanding obat lain yang jarang muncul.
1. Obat yang mengakibatkan gejala mirip hepatitis viral akut
Allopurinol
Diklofenak
Fenobarbital
Kuinin
Piroksikam
Antidepresan trisiklik
Diltiazem
Halotan
Labetalol
Probenesid
Asam asetilsalisilat
Enfluran
Ibuprofen
Maprotilin
Ranitidin
Asam paraaminosalisilat
Etambutol
Indometasin
Simetidin
Metoprolol
Asam valproat
Etionamid
Isoniazid
Naproksen
Sulfonamid
Asebutolol
Fenelzin
Karbamazepin
Parasetamol
Sulindak
Atenolol
Fenilbutazon
Ketokonazol
Penisilin
Verapamil
Dantrolen
Fenitoin
Kuinidin Pirazinamid

2. Obat yang mengakibatkan gejala mirip hepatitis kronik aktif
Asetaminofen (dosis besar dan lama)
Dantrolen
Isoniazid
Metildopa
Nitrofurantoin
 
3. Obat yang mengakibatkan gejala mirip fatty liver
Antitiroid
Asam valproat
Fenotiazin
Metotreksat
Sulfonamid
Asam asetilsalisilat
Fenitoin
Isoniazid
Steroid T
etrasiklin
 
4. Obat yang mengakibatkan ikterus obstruktif
Aktinomisin D
Eritromisin
Kaptopril
Merkaptopurin
Sefalosporin
Amoksisilin + asam klavulanat
Fenitoin
Karbamazepin
Metiltestosteron
Siklofosfamid
Antidepresan trisiklik
Flurazepam
Karbimazol
NSAID
Siklosporin
Azatioprin
Flutamid
Ketokonazol
Nifedipin
Sulfonamid
Danazol
Gliburid
Kloksasilin
flekainid
Nitrofurantoin
Tamoksifen
Diazepam
Griseofulvin
Klordiazepoksid
Noretandrolon
Tiabendazol
Disopiramid
Garam emas
Klorpropamid
Oksasilin
Tolbutamid
Enalapril
Haloperidol
Kontrasepsi oral
Penisilamin
Verapamil
Rifampisin

5. Obat yang mengakibatkan gejala mirip sirosis biliaris
Asam valproat + klorpromazin
Fenotiazin
Klorpropamid + eritromisin
Tiabendazol
Tolbutamid
Fenitoin
Imipramin
 
6. Obat yang mengakibatkan granuloma hepar
Allopurinol
Fenilbutazon
Hidralazin
Klorpromazin
Penisilin
Asam asetilsalisilat
Fenitoin
Isoniazid
Kuinidin
Sulfonamid
Diltiazem
Garam emas
Karbamazepin
Nitrofurantoin
Tolbutamid
Disopiramid

7. Obat yang mengakibatkan sirosis
asam nikotinat,
metotreksat, dan
terbinafin.
 
8. Obat yang mengakibatkan tumor hati
Danazol
Kontrasepsi oral
Steroid anabolik
Testosteron
 
9. Obat yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah portal
Adriamisin
Karmustin
Metotreksat
Steroid anabolik
Vinkristin
Azatioprin
Kontrasepsi oral
Mitomisin
Tioguanin
Vitamin A
Dakarbazin
Merkaptopurin
Siklofosfamid + Siklosporin

TERIMA KASIH

Contact Form

Name

Email *

Message *